Bone Diguncang Gempa Darat Magnitudo 2,6 Malam Ini, Kedalaman Sangat Dangkal 5 Km

Wamanews.id, 12 Februari 2026 – Masyarakat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan aktivitas getaran bumi pada Rabu malam (11/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo (M) 2,6 baru saja mengguncang wilayah tersebut. Meskipun kekuatannya tergolong kecil, pusat gempa yang berada di darat dengan kedalaman sangat dangkal menjadi perhatian serius.
Berdasarkan rilis resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal informasi cepat mereka, gempa ini terjadi tepat pada pukul 18.42 WIB atau 19.42 WITA. Momentum ini terjadi saat sebagian besar warga baru saja menyelesaikan ibadah salat Magrib atau sedang bersantai bersama keluarga di rumah.
Hasil analisis data seismik menunjukkan bahwa pusat gempa bumi ini berada di koordinat 4.60 Lintang Selatan (LS) dan 120.34 Bujur Timur (BT). Lokasi ini secara geografis terletak di daratan, sekitar 34 kilometer arah Timur Laut dari pusat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Satu poin yang menjadi catatan penting bagi pakar geologi adalah kedalamannya yang hanya mencapai 5 kilometer. Dalam skala seismologi, gempa dengan kedalaman di bawah 10 kilometer dikategorikan sebagai gempa sangat dangkal. Gempa jenis ini memiliki karakteristik getaran yang lebih mudah dirasakan oleh penduduk di sekitar episentrum, meskipun magnitudonya berada di bawah angka 3,0.
“Gempa Mag:2.6, 11-Feb-2026 18:42:07 WIB, Lok:4.60 LS, 120.34 BT (34 km Timur Laut BONE-SULSEL), Kedlmn:5 Km,” tulis laporan resmi BMKG sebagaimana dikutip dari akun media sosial X mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa M 2,6 ini. Magnitudo di kisaran tersebut umumnya hanya menimbulkan getaran lemah yang dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah atau getaran serupa truk yang melintas di jalan raya.
Namun, masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan gempa darat dangkal. BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan saat ini mengedepankan kecepatan distribusi data agar masyarakat segera waspada. Oleh karena itu, hasil pengolahan data awal ini belum sepenuhnya stabil dan masih berpotensi berubah seiring dengan masuknya data tambahan dari stasiun pengamat gempa lainnya di wilayah Sulawesi.
Gempa bumi di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di daerah Bone dan sekitarnya, sering kali dipicu oleh aktivitas sesar lokal. Mengingat kedalamannya yang hanya 5 km, energi gempa dilepaskan sangat dekat dengan permukaan tanah. Hal ini dapat memicu kepanikan jika warga merasakan ayunan yang tiba-tiba.
BMKG menyarankan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab atau kabar burung (hoax) yang sering beredar di grup-grup pesan singkat pasca-gempa.
Sebagai bentuk mitigasi bencana, pemerintah melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) senantiasa mengingatkan langkah-langkah dasar saat merasakan getaran:
- Tetap Tenang: Jangan berlari keluar bangunan secara berdesakan.
- Lindungi Kepala: Gunakan tangan atau bantal untuk melindungi kepala dari reruntuhan benda kecil.
- Hindari Kaca: Jauhi jendela, cermin, atau lemari kaca yang berisiko pecah.
- Cari Tempat Terbuka: Jika posisi Anda di luar ruangan, jauhi tiang listrik, pohon besar, dan bangunan tinggi.
Masyarakat Bone diharapkan terus memantau pembaruan informasi melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi untuk mendapatkan parameter gempa yang lebih akurat dan mutakhir. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga Sulawesi Selatan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.







