BKN Tetapkan Formasi Prioritas CPNS 2026 Sebanyak 32 Ribu Kursi

Wamanews.id, 26 November 2025 – Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah membuka tabir mengenai rencana besar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2026. Prioritas formasi yang diungkap BKN menunjukkan fokus pemerintah pada isu-isu krusial seperti kesehatan masyarakat dan layanan dasar.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengonfirmasi rincian formasi prioritas tersebut saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Dalam paparannya, Prof. Zudan menyebutkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu prioritas utama dalam rekrutmen CPNS 2026. Angka formasi yang dialokasikan terbilang besar, menunjukkan komitmen pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia di sektor gizi.
“Di Badan Gizi, 32.080 formasi,” kata Zudan, menggarisbawahi pentingnya mengisi kebutuhan tenaga ahli gizi di tingkat nasional.
Selain BGN, BKN juga memproyeksikan adanya rekrutmen untuk penguatan sektor pendidikan, khususnya untuk Sekolah Rakyat.
“Penentuan potensi dan rekrutmen guru dan tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat, 5.044 formasi,” terangnya.
Dua formasi prioritas ini menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang ingin memperkuat layanan dasar, baik dari segi kesehatan gizi maupun kualitas pendidikan di tingkat akar rumput.
Isu lain yang menjadi prioritas BKN adalah penataan pegawai non-ASN. Program ini mencakup pengalihan pegawai non-ASN pada program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Prof. Zudan memproyeksikan jumlah pegawai yang akan dialihkan cukup besar.
“Pengalihan pegawai non-ASN pada program Koperasi Merah Putih diproyeksikan 59.217 orang,” imbuh Zudan. Secara umum, total rekrutmen ASN diproyeksikan mencapai angka yang fantastis, termasuk 5,2 juta ASN untuk penyelenggaraan layanan dasar, 61.796 ASN mendukung hilirisasi, dan 506.476 ASN untuk penataan di berbagai lembaga di Kabinet Merah Putih.
Zudan menekankan bahwa seluruh kebijakan pengembangan karier ASN ini mencakup delapan kebijakan baru yang bertujuan memberikan perlindungan, kemudahan, dan kebahagiaan bagi para ASN.
“Isinya adalah lebih melindungi, memudahkan, dan membahagiakan para ASN. Semangatnya 3M, melindungi, memudahkan, dan membahagiakan,” pungkasnya.
Dengan penetapan formasi prioritas ini, BKN berharap dapat menciptakan birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal, terutama di bidang gizi dan pendidikan.







