Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

BBM Non-Subsidi Naik Tajam: Tekanan Baru bagi Daya Beli Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Global

Wamanews.id, 11 Juni 2026 – Kebijakan PT Pertamina (Persero) yang resmi melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 10 Juni 2026 kini menjadi sorotan utama masyarakat luas. Lonjakan harga yang cukup signifikan pada jenis bahan bakar tertentu dikhawatirkan akan memberikan tekanan tambahan terhadap daya beli warga, terutama di tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Penyesuaian ini menyasar dua varian gasoline andalan Pertamina, yakni Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95. Berdasarkan rincian harga terbaru untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga Pertamax melonjak tajam dari yang semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, produk ramah lingkungan Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari harga Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Langkah penyesuaian ini diambil oleh PT Pertamina Patra Niaga setelah melalui proses evaluasi mendalam yang mengacu pada formula harga resmi yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai regulator. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan dan distribusi energi berkualitas bagi masyarakat agar tetap berjalan optimal.

Secara garis besar, pergerakan harga BBM non-subsidi di pasar domestik sangat bergantung pada dinamika pasar internasional. Beberapa faktor krusial yang memengaruhi fluktuasi harga ini meliputi:

  • Pergerakan harga minyak mentah dunia yang dinamis.
  • Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS.
  • Kenaikan biaya distribusi dan logistik di sektor energi.
  • Kondisi geopolitik serta pasar energi global yang tidak menentu.

Tabel: Daftar Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Terbaru (Mulai 10 Juni 2026)

Jenis Bahan BakarHarga Lama (Per Liter)Harga Baru (Per Liter)Wilayah Pemberlakuan
PertamaxRp12.300Rp16.250Jawa, Bali, & Nusa Tenggara
Pertamax Green 95Rp12.900Rp17.000Jawa, Bali, & Nusa Tenggara
Pertamax TurboRp20.750Rp20.750 (Tetap)Jawa, Bali, & Nusa Tenggara
DexliteRp23.000Rp23.000 (Tetap)Jawa, Bali, & Nusa Tenggara
Pertamina DexRp24.800Rp24.800 (Tetap)Jawa, Bali, & Nusa Tenggara

Kenaikan harga energi ini menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan ekonomi daerah. Namun, Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman, memberikan catatan optimistis bagi wilayahnya. Meskipun terdapat gejolak ekonomi dunia yang berdampak pada nilai tukar dan harga komoditas, Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sebesar 6,88 persen pada Triwulan I 2026.

Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Selatan di peringkat keenam nasional dan dianggap sebagai fondasi yang cukup tangguh untuk menghadapi dinamika ekonomi global. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini berfokus pada penguatan sektor riil, kedaulatan pangan, serta energi untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah agar tidak terlalu terdampak oleh lonjakan harga komoditas global seperti BBM.

Mengingat informasi mengenai kenaikan harga BBM sering kali memicu beragam spekulasi di media sosial, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan merujuk pada kanal informasi resmi. Publik dapat memeriksa pembaruan harga secara berkala melalui situs resmi Pertamina, aplikasi MyPertamina, serta pengumuman resmi pemerintah untuk menghindari misinformasi.

Pemerintah dan otoritas terkait memastikan akan terus memantau perkembangan situasi ekonomi global dan domestik guna menjaga kestabilan pasokan energi bagi masyarakat luas.

Penulis

Related Articles

Back to top button