Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Awas! Angkat Telepon Nomor Asing dan Ucap “Halo” Kini Bisa Jadi Celah Penipuan AI

Wamanews.id, 29 Desember 2025 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi memudahkan pekerjaan manusia, namun di sisi lain menjadi alat baru bagi para pelaku kejahatan siber. Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan dengan peringatan mengenai modus penipuan yang hanya bermodalkan rekaman suara singkat dari korban.

Narasi yang viral menyebutkan bahwa masyarakat harus ekstra waspada saat menerima panggilan dari nomor telepon yang tidak dikenal. Pasalnya, hanya dengan menjawab “Halo”, suara calon korban bisa direkam dan diproses oleh mesin AI untuk menciptakan kloning suara yang sangat mirip dengan aslinya.

Kekhawatiran ini mencuat setelah akun resmi TikTok Ditressiber Polda Sulawesi Tengah mengunggah video edukasi beberapa waktu lalu. Dalam unggahan tersebut, pihak kepolisian memperingatkan bahwa pelaku penipuan kini mampu mencuri sidik suara seseorang hanya dalam hitungan detik melalui sambungan telepon.

Setelah mendapatkan sampel suara tersebut, pelaku menggunakan perangkat lunak AI untuk meniru suara korban. Suara tiruan ini kemudian digunakan untuk menelepon keluarga atau rekan terdekat korban dengan skenario darurat, seperti mengaku sedang mengalami kecelakaan, tertangkap polisi, atau membutuhkan bantuan dana mendesak.

Menanggapi fenomena ini, praktisi keamanan digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa secara teknis, kloning suara memang sangat mungkin dilakukan di era sekarang. AI modern hanya membutuhkan sampel suara beberapa detik saja untuk mengenali pola dan frekuensi suara seseorang.

Namun, Alfons memberikan catatan penting bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. “Sumber suara itu sebenarnya tidak hanya dari telepon. Aktivitas digital kita seperti pesan suara di WhatsApp atau unggahan video di media sosial juga bisa menjadi sumber sampel bagi pelaku,” jelasnya. Ia menekankan bahwa kewaspadaan harus tetap rasional namun tetap waspada, terutama pada nomor-nomor baru yang mencurigakan.

Senada dengan Alfons, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, menyebutkan bahwa kloning suara yang benar-benar sempurna biasanya membutuhkan sampel yang lebih panjang agar hasilnya terdengar alami.

Meskipun ada teknologi seperti VALL-E milik Microsoft yang diklaim mampu meniru suara hanya dari sampel 3 detik, hasilnya seringkali masih terdengar kaku atau seperti suara robot jika datanya terlalu minim. “Untuk bahasa dengan aksen tertentu atau intonasi yang kompleks, AI masih membutuhkan lebih banyak data agar tidak terdengar ‘patah-patah’,” ungkap Pratama.

Agar terhindar dari jeratan penipuan berbasis kloning suara ini, WamaNews.id merangkum beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda terapkan segera:

  1. Gunakan Aplikasi Identifikasi: Pasang aplikasi seperti Getcontact atau Truecaller untuk mengetahui identitas penelepon sebelum Anda mengangkatnya.
  2. Abaikan Nomor Asing: Jika tidak mendesak, hindari mengangkat panggilan dari nomor yang tidak ada di daftar kontak Anda.
  3. Verifikasi Berlapis: Jika ada keluarga yang menelepon menggunakan nomor baru dan meminta uang, jangan langsung percaya. Matikan telepon dan hubungi nomor asli anggota keluarga tersebut untuk memastikan kebenarannya.
  4. Fitur “Silence Unknown Callers”: Aktifkan fitur bisukan penelepon tidak dikenal di WhatsApp untuk menyaring panggilan spam.

Dengan memahami risiko ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital dan tidak mudah memberikan informasi atau suara kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.

Penulis

Related Articles

Back to top button