Atasi Kekeringan Kemarau, Pemkab Wajo Gelar Salat Istisqa Berjamaah di Lapangan Kantor Bupati

Wamanews.id, 29 Juli 2026 – Mengadapi dampak musim kemarau yang memicu penurunan ketersediaan pasokan air di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menggelar Salat Istisqa (salat memohon hujan) secara berjamaah. Kegiatan ibadah ini dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Wajo pada Selasa (28/7/2026) pagi.
Mewakili Bupati Wajo Andi Rosman, dr. Baso Rahmanuddin hadir langsung memimpin barisan pejabat pemerintah daerah. Salat Istisqa ini diikuti secara khusyuk oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang mencakup jajaran TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kantor Kementerian Agama Wajo, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tokoh masyarakat setempat.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual (batiniah) yang ditempuh pemerintah daerah guna melengkapi berbagai langkah konkret di lapangan untuk meredam dampak kemarau panjang.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin menegaskan bahwa Salat Istisqa merupakan sarana mengetuk pintu langit agar rahmat Allah SWT terpancar melalui curahan air hujan yang membawa keberkahan bagi bumi Kabupaten Wajo.
Pemerintah daerah menyadari betul bahwa dampak kemarau tidak hanya memicu krisis air bersih harian warga, tetapi juga mengancam produktivitas lahan pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Wajo.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi Kabupaten Wajo. Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” ujar dr. Baso di hadapan para jamaah.
Ia berharap, dengan turunnya hujan kelak, para petani di Kabupaten Wajo dapat mengolah lahan pertanian mereka tanpa bayang-bayang ancaman gagal panen, ketersediaan air bersih rumah tangga kembali normal, serta roda perekonomian daerah terus berputar secara optimal.
Tabel: Pokok Kegiatan & Amanat Khutbah Salat Istisqa Pemkab Wajo 2026
| Elemen Kegiatan | Pelaksana / Unsur Terkait | Pesan Utama & Ringkasan Amanat |
| Lokasi & Waktu | Lapangan Kantor Bupati Wajo (28/7/2026) | Pelaksanaan Salat Istisqa berjamaah secara tertib dan khidmat. |
| Perwakilan Pemkab | dr. Baso Rahmanuddin (Mewakili Bupati) | Penegasan sinergi ikhtiar spiritual dan penanganan pasokan air. |
| Khatib Istisqa | Gurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar | Ajakan introspeksi diri, perbanyak taubat, & jaga kelestarian alam. |
| Peserta Jamaah | Forkopimda, ASN, Tokoh Masyarakat | Panjatan doa bersama memohon hujan rahmat dan perlindungan bencana. |
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung dengan suasana yang penuh khidmat dan haru. Bertindak sebagai khatib dalam kesempatan tersebut adalah Menteri Agama RI, Gurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.
Dalam khutbahnya, Menag mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momen bencana kekeringan ini sebagai ajang introspeksi diri (muhasabah), memperbanyak istigfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup.
“Salat Istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga mengingatkan kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, menjaga alam, dan saling membantu sesama,” tutur Prof. Nasaruddin Umar dalam pesan khutbahnya.
Ia menambahkan bahwa kelestarian lingkungan dan perilaku manusia memiliki hubungan erat dengan keseimbangan alam. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sumber daya air dan tidak merusak hutan menjadi bagian tak terpisahkan dari ikhtiar menjaga bumi.
Rangkaian Salat Istisqa kemudian diakhiri dengan panjatan doa bersama yang dipimpin oleh khatib. Seluruh jamaah secara khusyuk memohon agar Kabupaten Wajo dipelihara dari ancaman bencana kekeringan panjang serta segera dikaruniai hujan lebat yang membawa manfaat bagi seluruh makhluk.







