Kemarau Makin Panjang, Warga Desa Nepo Sebut Kondisi Danau Tempe Lebih Parah dari Tahun Lalu

Wamanews.id, 21 Agustus 2026 – Kekeringan yang melanda kawasan Danau Tempe di Desa Nepo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, tahun ini disebut warga lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.
Debit air danau menyusut drastis hingga membuat warga di sekitar Desa Nepo harus mengandalkan sisa air danau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Salah seorang warga, Samsualam, mengatakan kekeringan sebenarnya merupakan siklus yang terjadi setiap tahun, namun kondisi tahun ini terasa lebih berat karena kemarau berlangsung lebih panjang.
“Sebenarnya kekeringan ini siklus tahunan ya, cuma tahun ini agak panjang,” kata Samsualam saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, sekitar 90 persen masyarakat di wilayah tersebut masih bergantung pada air Danau Tempe untuk kebutuhan MCK, sementara kebutuhan air minum dipenuhi menggunakan air galon.
“90 persen itu masyarakat membutuhkan air Danau Tempe, utamanya mandi, cuci, dan kakus,” ujarnya.
Samsualam mengatakan meski kondisi air danau sudah keruh, warga tetap menggunakannya karena menjadi salah satu sumber air yang masih bisa dijangkau.
“Kalau dikatakan ini keruh ya memang itu kebutuhan kami. Jadi betul-betul ini sangat kami butuhkan,” katanya.
Dampak kekeringan juga dirasakan warga yang berprofesi sebagai nelayan karena hasil tangkapan disebut tidak lagi sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, sebagian kecil air Danau Tempe juga masih dimanfaatkan untuk mengairi sawah di wilayah timur Desa Nepo.







