Indonesia Setop Impor Singkong, Petani Sambut Gembira Harga Naik Jadi Rp3.000/Kg

Wamanews.id, 2 November 2026 – Pemerintah resmi menghentikan impor singkong untuk melindungi petani domestik. Kebijakan tersebut langsung berdampak pada kenaikan harga di tingkat petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim harga singkong yang sebelumnya anjlok hingga Rp700 per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram setelah keran impor ditutup.
Hal tersebut disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Senin, 26 Oktober 2026. Rapat dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Menurut Amran, keputusan penghentian impor merupakan tindak lanjut atas keluhan petani di berbagai daerah. Sebelumnya, petani singkong terus melakukan aksi protes akibat harga jual yang merosot tajam.
“Setelah kita tutup impor, terima kasih Pak Mendag, harga di lapangan kemarin mencapai Rp3.000 per kilogram. Ini disambut gembira oleh petani singkong,” ujar Amran.
Ia mengungkapkan, kebijakan tersebut diambil setelah dirinya melaporkan langsung kondisi petani kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden disebut memberikan arahan tegas untuk menghentikan impor demi melindungi petani domestik.
Dampak kebijakan mulai terlihat di sentra produksi. Saat kunjungan kerja dan berdialog dengan petani di Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada 25 Oktober 2026, Amran menyebut menerima laporan harga singkong di tingkat petani sudah menyentuh Rp3.050 per kilogram.
Selain menjaga harga jual, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menekan biaya produksi. Salah satunya dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen dan menambah volumenya agar lebih terjangkau bagi petani.
Kebijakan ini juga dikaitkan dengan peningkatan daya beli petani. Pemerintah mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 131,11 yang disebut sebagai capaian tertinggi, ditopang oleh membaiknya harga sejumlah komoditas seperti padi, jagung, dan singkong.
Ke depan, pemerintah tidak hanya fokus pada pasar dalam negeri. Indonesia bersiap membalikkan keadaan dari negara pengimpor menjadi pengekspor singkong olahan berupa tepung mocaf atau modified cassava flour.
Rencana ekspor tersebut dijadwalkan mulai pekan depan. Pemerintah berharap, dengan dihentikannya impor dan dibukanya peluang ekspor, harga singkong tetap stabil dan kesejahteraan petani terus meningkat.







