Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Internasional

Pastikan Tarif Listrik Aman Meski Indonesia Pangkas Ekspor Gas

Wamanews.id, 27 Oktober 2026 – Tarif listrik Singapura dipastikan tidak akan banyak terdampak dalam jangka pendek meski Indonesia memangkas ekspor gas alam ke negara tersebut.

Kepastian itu disampaikan Menteri Energi dan Industri Singapura Tan See Leng seusai konferensi Partai Aksi Rakyat (PAP), Minggu (25/10/2026).

Tan menyebut pengurangan pasokan dari Indonesia hanya kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian Singapura, sehingga dampaknya sangat terbatas.

“Dalam jangka pendek, harga tidak akan terlalu terpengaruh,” kata Tan dikutip dari CNA.

Ia menjelaskan yang lebih berpengaruh terhadap harga listrik Singapura adalah pergerakan harga gas di pasar global, karena harga satuan gas di Singapura mengacu pada indeks internasional.

Meski demikian, Tan memastikan pasokan energi domestik Singapura masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Pemangkasan ekspor sendiri mulai dilakukan Indonesia pada Sabtu (24/10/2026) untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri, khususnya di Batam.

Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) mencatat besaran pemangkasan mencapai 31 juta kaki kubik per hari atau sekitar 17 BBTU per hari selama 18 hari.

Angka ini relatif kecil dibanding total kebutuhan harian Singapura yang mencapai lebih dari 1.000 BBTU.

Untuk menjaga ketahanan energi, Singapura menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari diversifikasi sumber gas, cadangan LNG, hingga kewajiban pembangkit listrik menyimpan cadangan diesel.

“Jadi saya ingin mengimbau seluruh warga Singapura: tetap tenang dan lanjutkan aktivitas seperti biasa,” ujar Tan.

Sementara itu Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kontrak komersial yang telah disepakati, dan pemerintah menyerahkan tindak lanjut kepada Gas Supply Private Limited (GSPL) selaku importir gas Singapura.

Penulis

Related Articles

Back to top button