Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

Awas Menempel di Benda, Virus Influenza A Bisa Bertahan Berhari-hari

Wamanews.id, 18 September 2026 – Lonjakan kasus penularan virus Influenza A tengah menjadi perhatian serius di kalangan praktisi kesehatan masyarakat belakangan ini. Penyakit saluran pernapasan musiman yang dipicu oleh subtipe virus seperti H1N1 dan H3N2 ini tidak hanya ditularkan melalui percikan cairan pernapasan atau droplet secara langsung saat penderita batuk maupun bersin. 

Virus ini ternyata juga memiliki kemampuan bertahan hidup di berbagai permukaan benda mati hingga berhari-hari lamanya, menjadikannya perantara penularan yang kerap luput dari kewaspadaan masyarakat luas.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Profesor Anggraini Alam, mengingatkan bahwa permukaan benda mati yang kerap disentuh di tempat umum, fasilitas transportasi publik, lingkungan perkantoran, sekolah, maupun fasilitas penitipan anak (day care) dapat menjadi sarang penularan tak kasat mata.

Ketika droplet penderita menempel pada permukaan meja, gagang pintu, mainan anak, pegangan tangga, ataupun layar telepon genggam, partikel virus tersebut masih dapat bertahan hidup dan tetap aktif. Apabila orang sehat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi tersebut lalu memegang area wajah, mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, partikel virus akan berpindah dengan mudah dan masuk menginvasi membran mukosa tubuh.

“Begitu makin banyak, dia [virus] ke jaringan pernapasan dan menyebabkan peradangan,” jelas Prof. Anggraini memberikan keterangannya terkait mekanisme penularan virus di saluran napas.

Masyarakat selama ini kerap menganggap enteng infeksi influenza dan menyamakannya dengan selesma atau flu biasa (common cold) yang umumnya disebabkan oleh kelompok Rhinovirus. Padahal, infeksi Influenza A memiliki karakteristik klinis yang jauh lebih agresif, berkembang lebih cepat, dan datang secara tiba-tiba.

Menurut penuturan Prof. Anggraini, tanda dan gejala infeksi Influenza A umumnya jauh lebih berat dibandingkan pilek biasa. Tubuh penderita akan merespons peradangan saluran napas dengan serangkaian keluhan fisik yang cukup signifikan dan menguras stamina.

“Yang namanya tanda gejala ini, tak mesti semuanya ada. Biasanya yang selalu ada itu demam, sakit kepala, dan sakit badan,” papar Prof. Anggraini.

Selain tiga gejala khas berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala yang intens, dan rasa nyeri pada persendian maupun otot badan (myalgia), pasien penderita juga dapat merasakan batuk kering, hidung tersumbat, rasa perih di tenggorokan, kelelahan fisik ekstrem (fatigue), hingga kehilangan nafsu makan secara drastis. Pada kelompok pasien anak-anak, infeksi saluran napas ini tidak jarang disertai pula dengan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, serta buang air besar cair atau diare.

Mengingat daya tahan virus di permukaan benda cukup tinggi dan menular cepat, masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan gejala yang muncul. Jika demam tinggi bertahan di atas beberapa hari atau mulai muncul tanda bahaya seperti sesak napas, nyeri dada, dan kejang demam pada anak, pemeriksaan medis ke fasilitas layanan kesehatan harus segera dilakukan demi mencegah komplikasi berat seperti radang paru-paru (pneumonia).

Untuk memutus rantai transmisi Influenza A yang menempel pada benda mati di sekitar kita, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi benteng pertahanan utama yang wajib digalakkan kembali:

  • Rutin Mencuci Tangan: Bersihkan tangan memakai air mengalir dan sabun minimal selama 20 detik, khususnya setelah menyentuh fasilitas umum, sebelum makan, dan setelah dari toilet.
  • Gunakan Antiseptik: Selalu siapkan cairan pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) saat beraktivitas di luar ruangan yang minim akses air bersih.
  • Disinfeksi Berkala: Bersihkan secara rutin barang-barang yang sering disentuh bersama, seperti ponsel, sakelar lampu, keyboard komputer, dan gagang pintu.
  • Etika Batuk dan Masker: Gunakan masker medis saat kondisi badan kurang fit atau berada di kerumunan, serta terapkan etika menutup hidung dan mulut dengan lengan saat bersin.

Dengan meningkatkan kewaspadaan higienitas lingkungan dan mengenali gejalanya sejak dini, risiko penularan virus Influenza A di tengah keluarga dan ruang publik dapat ditekan secara maksimal.

Penulis

Related Articles

Back to top button