Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

Makanan Jatuh Belum 5 Detik Aman Dimakan? Ini Kata Pakar

Wamanews.id, 12 September 2026 – Mitos mengenai aturan “belum lima detik” saat makanan terjatuh ke lantai telah lama beredar luas dan diyakini oleh sebagian besar masyarakat. Banyak orang menganggap makanan yang jatuh masih sangat aman untuk dimakan kembali selama segera diambil dalam kurun waktu kurang dari lima detik. Namun, apakah anggapan populer ini benar-benar valid jika dilihat dari sudut pandang medis dan ilmu mikrobiologi?

Para pakar kesehatan serta ahli mikrobiologi secara tegas menyatakan bahwa aturan lima detik tersebut hanyalah mitos belaka yang tidak memiliki dasar ilmiah. Pada kenyataannya, berbagai jenis bakteri dan mikroorganisme berbahaya dapat berpindah ke permukaan makanan secara instan hanya dalam hitungan milidetik saat kontak pertama terjadi di lantai.

Berikut ulasan lengkap beserta penjelasan detail dari para ahli mengenai risiko kesehatan di balik kebiasaan mengambil makanan yang jatuh ke lantai:

Menurut riset para ahli mikrobiologi, proses transfer kuman dari permukaan lantai ke makanan tidak memerlukan waktu tunggu hingga lima detik. Begitu makanan menyentuh permukaan tanah atau lantai, proses kontaminasi kuman dan bakteri langsung terjadi pada detik pertama kontak fisik tersebut.

Tingkat kecepatan dan seberapa banyak jumlah bakteri yang berpindah sangat dipengaruhi oleh jenis tekstur permukaan lantai serta tingkat kelembapan dari makanan itu sendiri. Makanan yang bertekstur basah atau lengket memiliki risiko penyerapan kontaminasi yang jauh lebih tinggi dan cepat dibandingkan jenis makanan yang kering.

Beberapa faktor penting yang menentukan seberapa besar jumlah bakteri yang dapat berpindah ke makanan antara lain:

  • Tingkat Kelembapan Makanan: Makanan yang basah atau berair, seperti potongan buah, daging, maupun kue beroleskan krim, dapat menyerap kotoran serta bakteri lantai jauh lebih cepat dibanding makanan kering seperti biskuit atau keripik.
  • Jenis Permukaan Lantai: Permukaan ubin, keramik, atau lantai kayu yang sepintas terlihat bersih mengkilap sekalipun tetap menjadi sarang bagi jutaan mikroorganisme tak kasatmata. Peneliti mengungkapkan bahwa permukaan yang keras memberikan area kontak yang lebih luas untuk penempelan bakteri.
  • Tingkat Kebersihan Area: Walaupun lantai baru saja disapu atau dipel, penggunaan pembersih lantai tidak menjamin steril dari patogen, terlebih pada area yang sering dilalui orang menggunakan alas kaki luar ruangan.

Memakan makanan yang telah tercemar bakteri lantai dapat memicu gangguan kesehatan serius, khususnya pada sistem pencernaan manusia. Bakteri berbahaya seperti Escherichia coli (E. coli), Salmonella, serta Listeria sangat rawan bersarang pada area lantai rumah maupun fasilitas umum.

Jika bakteri patogen ini sampai tertelan, seseorang berpotensi besar mengalami gejala keracunan makanan, mulai dari mual, muntah-muntah, kram perut yang hebat, hingga diare parah. Dampak ini menjadi sangat fatal apabila menimpa anak-anak, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh yang sedang lemah.

Para pakar sangat merekomendasikan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian demi menjaga keamanan pangan harian. Jika makanan terjatuh ke lantai—terutama di area umum atau tempat yang tidak terjamin kersterilannya langkah paling bijak dan paling aman adalah membuangnya.

Menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi adalah kunci paling mendasar untuk menghindar dari risiko penyakit infeksi saluran pencernaan. Jangan pertaruhkan kesehatan diri dan keluarga hanya demi memercayai mitos lima detik.

Penulis

Related Articles

Back to top button