Listrik Sulbagsel Belum Pulih Normal, PLTU Jeneponto Masuk Sistem

Wamanews.id, 9 September 2026 – PT PLN (Persero) terus memacu optimalisasi pasokan listrik sekaligus menggenjot percepatan pemulihan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Langkah penanganan ekstra ini dilakukan secara intensif menyusul daya mampu pasok sistem yang hingga Senin (7/9/2026) dilaporkan belum sepenuhnya kembali pulih ke kondisi normal akibat gangguan kelistrikan yang terjadi.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengungkapkan bahwa pihak PLN saat ini mengerahkan seluruh sumber daya pasokan yang tersedia. Langkah strategis tersebut mencakup pengoptimalan kembali sejumlah unit pembangkit listrik utama yang sempat mengalami kendala teknis dan kini mulai menyalurkan energi secara bertahap ke dalam sistem transmisi interkoneksi regional.
Kabar positif datang dari sektor pembangkitan thermal penopang daya. Salah satu infrastruktur penopang utama sistem kelistrikan daerah, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto milik Bosowa, dilaporkan telah berhasil beroperasi kembali dan menyalurkan daya ke dalam sistem kelistrikan Sulbagsel.
“PLTU Jeneponto berkapasitas 125 Megawatt (MW) telah kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke sistem,” ujar Edyansyah dalam pengumuman resminya pada Senin (7/9/2026).
Kendati masuknya pasokan energi sebesar 125 MW dari PLTU Jeneponto memberikan suntikan daya yang sangat signifikan, Edyansyah menegaskan bahwa beberapa unit pembangkit listrik lainnya masih membutuhkan proses penanganan serta pemeliharaan teknis lanjutan. Kondisi inilah yang membuat total daya mampu pasok kelistrikan secara keseluruhan di wilayah Sulbagsel belum berada pada posisi ideal untuk memenuhi seluruh kebutuhan beban masyarakat.
Di tengah keterbatasan daya mampu pasok yang sedang dialami, pihak PLN terpaksa menerapkan skema pemeliharaan dan pengaturan beban pasokan secara bertahap serta terukur. Langkah penyesuaian ini dipantau ketat berdasarkan kondisi ketersediaan daya sistem secara real-time di lapangan.
Oleh karena itu, pola pengaturan beban di sejumlah wilayah titik distribusi pelanggan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasokan daya serta dinamika progres perbaikan fasilitas kelistrikan di lapangan.
Guna mengatasi tantangan keterbatasan pasokan daya tersebut, manajemen PLN menjalankan sejumlah langkah mitigasi teknis secara simultan:
- Optimalisasi Pembangkit Listrik: Memaksimalkan daya keluaran (output) dari unit-unit pembangkit yang sudah siap dan aman untuk beroperasi.
- Pengaturan Pola Operasi: Mengatur lalu lintas dan manuver distribusi daya listrik secara presisi demi meminimalkan durasi dampak pembatasan pasokan kepada pelanggan.
- Percepatan Perbaikan Fasilitas: Mengakselerasi proses pemulihan dan perbaikan teknis pada unit pembangkit maupun jaringan transmisi yang masih mengalami kendala.
Manajemen PLN menyampaikan rasa empati serta permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat umum maupun para pelaku usaha di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat akibat diterapkannya penyesuaian pasokan ini.
“Kami sangat memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas harian masyarakat dan memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” tuturnya.
Ia menambahkan, PLN menargetkan peningkatan daya mampu pasok secara berkesinambungan agar tingkat pembatasan beban dapat terus ditekan sekecil mungkin. Seluruh personel teknis di lapangan dikerahkan selama 24 jam nonstop untuk mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan seluruh sarana yang ada.
“Kami memohon doa serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Tim PLN di lapangan akan terus all out mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar kondisi sistem kelistrikan Sulbagsel dapat kembali pulih normal secepatnya,” tutup Edyansyah.





