Pidato Spontan ‘Emang Gue Pikirin’ Prabowo Viral di X, IHSG Sempat Memerah Pagi Hari

Wamanews.id, 26 Juni 2026 – Jagat media sosial tanah air kembali dihebohkan oleh potongan video pidato terbaru dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam sambutan resminya, kepala negara kedapatan menggunakan sejumlah diksi informal dan blak-blakan seperti “ndasmu”, “emang gue pikirin”, hingga “menyenyenye”. Gaya komunikasi yang dinilai sangat santai dan lugas ini seketika memicu perdebatan sengit sekaligus reaksi masif dari para warganet di ruang digital.
Potongan video yang viral tersebut awalnya diunggah oleh akun publik @txtdrimedia di platform X (sebelumnya Twitter). Rekaman itu memperlihatkan Presiden Prabowo yang tengah berbicara dengan nada berapi-api di balik podium resmi kepresidenan. Namun, efek dari riuhnya perbincangan publik di media sosial ini disinyalir sempat berimbas pada dinamika pergerakan pasar modal dalam negeri pada pembukaan perdagangan berikutnya.
Mengutip pemantauan aktivitas pasar modal pada Kamis (25/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dilaporkan sempat dibuka melemah ke zona merah, sebelum akhirnya berhasil berbalik arah (rebound) ke zona hijau dalam waktu singkat.
Secara teknis, fluktuasi indeks saham pada pagi hari menunjukkan adanya sentimen pasar yang bergerak dinamis. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat dibuka melemah ke level 5.873,07 dan terus tertekan hingga menyentuh titik terendah harian di level 5.865,68, mengalami penurunan sebesar 18,20 poin atau setara dengan -0,31%.
Meskipun demikian, tekanan jual tersebut tidak berlangsung lama. Berselang dua menit kemudian, tepatnya pada pukul 09.02 WIB, indeks langsung memantul naik 0,35% ke level 5.904,28. Berdasarkan data perdagangan, peta pergerakan saham mencatat sebanyak 177 saham bergerak menguat, 194 saham melemah, dan 588 saham lainnya stagnan tidak mengalami perubahan harga.
Total nilai transaksi pada menit-menit awal tersebut langsung menyentuh angka Rp235,4 miliar dengan volume perdagangan mencapai 331,9 juta lembar saham yang berpindah tangan melalui 38.560 kali frekuensi transaksi. Fluktuasi ini sempat dikaitkan oleh sejumlah pengamat amatir di media sosial sebagai bentuk respons psikologis pasar terhadap gaya komunikasi publik pemimpin negara.
Tabel: Statistik Pergerakan IHSG Pasca-Viralnya Pidato Presiden
| Indikator Pasar Modal | Transaksi Pukul 09.00 WIB | Transaksi Pukul 09.02 WIB | Catatan Sentimen & Kondisi Pasar |
| Posisi Level IHSG | 5.873,07 (Zona Merah) | 5.904,28 (Zona Hijau) | Sempat melemah 18,20 poin (-0,31%). |
| Volume & Transaksi | 331,9 Juta Lembar Saham | Pergerakan Agresif | Diperdagangkan dalam 38.560 kali frekuensi. |
| Kondisi Emiten | 194 Saham Melemah | 177 Saham Menguat | Sebanyak 588 emiten bergerak stagnan. |
| Nilai Perputaran | Rp235,4 Miliar | Mengalami Kenaikan | Koreksi awal dinilai wajar oleh analis. |
Berdasarkan penelusuran dokumen kenegaraan, pernyataan yang memicu kehebohan besar di trending topik X tersebut bersumber dari pidato Presiden Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Provinsi Gorontalo pada Rabu (24/6/2026).
Dalam forum tersebut, Prabowo secara eksplisit menjelaskan alasan dirinya kerap memilih menggunakan intonasi yang keras dan lugas. Menurutnya, kelompok masyarakat sektor agraria seperti petani dan nelayan jauh lebih menyukai pemaparan materi yang konkret, dinamis, dan bersemangat ketimbang pidato yang disampaikan secara kalem atau terlalu formal.
“Iya kan? Ini karena banyak wartawan, aku pidato aku harus aku atur gitu ya. Nanti yang dikutip yang apa tuh yang agak keras-keras dikit. Tapi kalau sama petani nelayan bicaranya harus keras, betul enggak?” tutur Prabowo di hadapan ribuan peserta PENAS.
Sesi kontroversial bergulir ketika Presiden tengah memaparkan materi mengenai pemerataan hasil kekayaan alam nasional. Secara spontan, ia mengucapkan kata ‘Ndasmu’ lalu segera meminta awak media secara bercanda untuk memotong bagian tersebut agar tidak memicu polemik eksternal. Sambil berseloroh diiringi riuh tawa para petani, Prabowo menutup pembicaraan dengan kalimat, “Coba yang gitu-gitu, nanti gue dihajar lagi itu. Emang gue pikirin.”







