Mengenal Tren Acubi Style: Fashion Baru Asal Korea yang Kini Digandrungi Gen Z

Wamanews.id, 2 Juni 2026 – Arus perkembangan tren busana global seolah tidak pernah berhenti berputar, terutama dengan kiblat yang berpusat dari Korea Selatan (Korean Wave). Jika beberapa tahun lalu publik dihebohkan dengan gaya berpakaian ala Streetwear yang kasual atau estetika pastel yang manis, kini muncul sebuah fenomena mode baru yang tengah menginvasi lemari pakaian anak muda. Gaya tersebut dikenal luas di jagat digital dengan sebutan “Acubi”.
Tren mode yang satu ini dilaporkan tengah digandrungi secara masif oleh generasi Z (Gen Z) di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Menggabungkan beberapa elemen subkultur estetika yang sempat populer sebelumnya, Acubi berhasil menciptakan sebuah identitas visual baru yang dinilai sangat mewakili karakteristik anak muda zaman sekarang yang ekspresif namun tetap menyukai fungsionalitas.
Bagi sebagian orang, istilah Acubi mungkin terdengar cukup asing di telinga. Namun, jika Anda sering berselancar di halaman utama platform media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga Pinterest, visualisasi dari gaya busana ini dipastikan sudah sering melintas di linimasa Anda.
Secara harfiah, nama “Acubi” sendiri awalnya berakar dari nama sebuah merek busana independen asal Korea Selatan yang memopulerkan konsep berpakaian unik tersebut. Gaya busana ini merupakan hasil perkawinan silang yang apik antara beberapa aliran tren mode yang kontras, yakni estetika Y2K yang bernuansa awal tahun 2000-an, tren Cyberpunk yang futuristik, serta sentuhan Minimalis yang bersih. Kombinasi inilah yang melahirkan tampilan visual yang edgy, berani, namun tidak terlihat berlebihan atau mencolok mata.
Popularitas Acubi di kalangan Gen Z tentu tidak terjadi begitu saja. Salah satu faktor utama yang membuat tren ini meledak di pasaran adalah prinsip kepraktisannya. Berbeda dengan gaya Y2K orisinal yang cenderung menggunakan warna-warna neon yang sangat terang dan aksesori yang ramai, Acubi menyederhanakannya lewat penggunaan palet warna bumi (earth tone) dan monokrom.
Penggunaan warna-warna netral ini membuat baju-baju berkonsep Acubi sangat mudah untuk dipadupadankan (mix and match) satu sama lain. Hal ini sangat sejalan dengan prinsip gaya hidup berkelanjutan (sustainable fashion) yang tengah dikampanyekan oleh generasi muda, di mana mereka dapat tampil modis dengan jumlah pakaian yang lebih efisien tanpa takut terlihat bosan.
Selain itu, potongan busananya yang asimetris namun tetap mengutamakan kenyamanan fisik membuat Acubi sangat cocok diaplikasikan sebagai pakaian harian (daily wear). Mulai dari nongkrong di kafe, menghadiri festival musik, hingga sekadar jalan-jalan santai di pusat perbelanjaan. Tren ini membuktikan bahwa busana asal Korea Selatan terus berevolusi dan berhasil mendikte arah gaya hidup anak muda modern dengan cara yang lebih segar dan adaptif.







