Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Kabar Baik! Pengangguran di Sulsel Turun, Ekonomi Tumbuh Pesat Serap 171 Ribu Tenaga Kerja Baru 

Wamanews.id, 13 Mei 2026 – Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan performa ekonomi yang tangguh di tengah dinamika nasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat tren positif pada sektor ketenagakerjaan dengan adanya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam setahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, angka pengangguran di Sulsel turun dari 4,96 persen menjadi 4,95 persen.

Penurunan ini dinilai berjalan selaras dengan laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang mencatatkan angka signifikan, yakni mencapai 6,88 persen secara year on year (yoy) untuk periode 2025–2026. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa ekspansi ekonomi di berbagai sektor mulai memberikan dampak riil terhadap penyerapan tenaga kerja di lapangan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas, menyatakan bahwa penurunan angka pengangguran ini merupakan indikator penting dari kesehatan ekonomi daerah. Meskipun angka penurunannya terlihat tipis, yakni sebesar 0,01 persen, hal tersebut tetap dipandang sebagai sebuah pencapaian yang mencerminkan adanya perbaikan sistemik dalam penyerapan tenaga kerja.

“Ini adalah suatu capaian yang mungkin tidak signifikan penurunannya, akan tetapi ada suatu hal yang telah kita lakukan dan mudah-mudahan ke depan akan semakin banyak tingkat penurunannya,” ujar Jayadi Nas pada Selasa (12/5/2026).

Jayadi menekankan bahwa secara teoritis, pertumbuhan ekonomi yang meningkat harus berkorelasi langsung terhadap penurunan pengangguran. Di Sulawesi Selatan, korelasi positif tersebut terbukti dengan bertambahnya jumlah orang yang bekerja sebanyak 170,90 ribu orang atau hampir mencapai 171 ribu jiwa sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026.

Salah satu motor penggerak utama penyerapan tenaga kerja di Sulsel berasal dari sektor investasi dan jasa konstruksi. Berdasarkan data dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), masuknya berbagai perusahaan yang menanamkan investasi di Sulawesi Selatan secara otomatis membuka keran lapangan kerja baru, terutama bagi tenaga kerja di bidang konstruksi.

Tabel: Statistik Ketenagakerjaan Sulsel (Februari 2025 – Februari 2026)

Indikator EkonomiCapaian / AngkaKeterangan
Pertumbuhan Ekonomi6,88% (Year on Year)Pertumbuhan signifikan periode 2025-2026.
Tingkat Pengangguran (2025)4,96%Angka dasar tahun sebelumnya.
Tingkat Pengangguran (2026)4,95%Penurunan sebesar 0,01%.
Tambahan Tenaga Kerja± 171 Ribu OrangPenyerapan dalam kurun waktu satu tahun.
Sektor DominanJasa KonstruksiDidorong oleh investasi melalui PTSP.

Meski angka makro menunjukkan perbaikan, Pemerintah Provinsi Sulsel tetap waspada terhadap tantangan pengangguran yang masih ada. Gubernur Sulawesi Selatan menginstruksikan Disnakertrans untuk terus memperkuat pendataan, khususnya terhadap warga yang belum bekerja maupun korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sebagai langkah konkret, Disnakertrans Sulsel telah melakukan pemetaan (mapping) internal untuk mencari solusi bagi tenaga kerja yang baru saja kehilangan pekerjaan. Solusi yang ditawarkan meliputi:

  • Pendataan Intensif: Memastikan warga yang menganggur teridentifikasi untuk dicarikan peluang kerja baru.
  • Pelatihan Keterampilan: Memberikan pembekalan skill agar korban PHK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
  • Pemberdayaan Usaha Mandiri: Mengarahkan tenaga kerja untuk mampu membuka usaha mandiri melalui pendampingan kewirausahaan.

“Bapak Gubernur dalam berbagai kesempatan telah mengingatkan kami agar saudara-saudara kita yang masih menganggur dicarikan upaya, termasuk yang di-PHK juga didata apakah sudah mendapatkan lapangan kerja baru atau butuh pelatihan,” pungkas Jayadi Nas.

Dengan sinergi antara pertumbuhan investasi dan program pemberdayaan tenaga kerja, Sulsel optimis dapat terus menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tahun-tahun mendatang.

Penulis

Related Articles

Back to top button