Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Peringatan Tsunami M 7,6 Berakhir! Tim SAR Gabungan Kini Fokus Penanganan Darurat di Malut dan Sulut 

Wamanews.id, 3 April 2026 – Ketegangan yang menyelimuti warga di pesisir Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya mulai mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang dipicu oleh gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 telah berakhir pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Keputusan ini diambil setelah pemantauan intensif menunjukkan kondisi muka air laut telah kembali stabil dan tidak lagi menunjukkan tanda-tanda ancaman gelombang destruktif tambahan. Berakhirnya status peringatan dini ini menjadi sinyal penting bagi dimulainya operasi kemanusiaan dan pemulihan di wilayah-wilayah yang terdampak guncangan hebat tersebut.

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal dengan pusat berada di laut, tepatnya sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara. Dengan kedalaman hanya 33 kilometer, guncangan ini dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi yang sangat kuat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan batuan pada sumber gempa menunjukkan pola naik atau thrust fault. Mekanisme inilah yang sempat memicu kenaikan permukaan air laut di beberapa titik pengamatan pesisir sebelum akhirnya meluruh kembali.

Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas yang bervariasi di sejumlah kota besar di wilayah Sulawesi dan Maluku. Berikut adalah rincian skala intensitas berdasarkan data BMKG:

WilayahEstimasi Intensitas (MMI)Dampak yang Dirasakan
TernateV – VI MMIGuncangan kuat, barang-barang pecah, kerusakan ringan mungkin terjadi.
ManadoIV – V MMIDirasakan oleh hampir semua penduduk, orang tidur terbangun.
GorontaloII – III MMIGuncangan ringan, benda gantung bergoyang.

Selama masa siaga dan waspada, BMKG mencatat adanya kenaikan permukaan laut di beberapa stasiun pemantau. Gelombang tsunami kecil terdeteksi di Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter dan di Bitung setinggi 0,2 meter. Selain itu, gelombang di bawah satu meter juga tercatat di wilayah Sidangoli, Minahasa Utara, hingga Belang.

Meskipun tsunami besar tidak terjadi, aktivitas seismik di lokasi pusat gempa masih sangat aktif. Hingga pukul 09.59 WIB, tercatat telah terjadi sedikitnya 40 kali gempa susulan. Kekuatan gempa susulan terbesar tercatat mencapai Magnitudo 5,5, yang masih berpotensi menimbulkan trauma bagi masyarakat di wilayah pesisir.

Penghentian peringatan dini tsunami pada pukul 09.56 WITA menjadi titik tolak bagi Tim SAR Gabungan untuk melakukan manuver ke lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami dampak terparah. Teuku Faisal Fathani menekankan bahwa pengumuman ini sangat krusial bagi keselamatan dan efektivitas tim penyelamat.

“Pengumuman penghentian peringatan dini tsunami sangat krusial untuk memungkinkan tim SAR gabungan masuk ke lokasi terdampak guna melakukan penanganan lebih lanjut,” tegas Kepala BMKG tersebut dalam konferensi pers di Jakarta.

Tim SAR kini mulai menyisir area pesisir Ternate, Halmahera, dan Bitung untuk melakukan pendataan kerusakan infrastruktur serta memastikan keselamatan warga yang sebelumnya mengungsi ke tempat tinggi.

BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Mengingat frekuensi gempa susulan yang masih tinggi, warga diingatkan untuk tidak masuk ke dalam bangunan yang sudah tampak retak atau tidak stabil akibat guncangan utama tadi pagi.

Selain itu, pemerintah menekankan agar warga hanya mempercayai informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah dan BMKG, guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan massal.

Penulis

Related Articles

Back to top button