Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Setahun ‘Gubernur Andalan’: Kemiskinan Sulsel Pecah Rekor Terendah dalam Sedekade!

Wamanews.id, 24 Februari 2026 – Tepat satu tahun sudah Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menakhodai Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu yang terbilang singkat tersebut, pria yang akrab disapa “Gubernur Andalan” ini berhasil membuktikan bahwa efisiensi anggaran dan keberpihakan pada program strategis mampu membuahkan hasil nyata yang melampaui ekspektasi.

Bertempat di Asrama Haji Sudiang pada Minggu (22/2/2026), Andi Sudirman memaparkan potret keberhasilan pembangunan Sulawesi Selatan di hadapan publik. Rapor kinerja yang dipaparkan menunjukkan tren positif di hampir seluruh sektor utama, mulai dari makroekonomi hingga infrastruktur dasar.

Salah satu capaian yang paling membanggakan dalam masa kepemimpinannya adalah keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga ke titik terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Di tengah tantangan ekonomi global, Sulawesi Selatan justru menunjukkan taringnya sebagai lumbung pangan sekaligus motor penggerak ekonomi di Timur Indonesia.

“Alhamdulillah, indikator kinerja utama kita secara keseluruhan menunjukkan hasil positif. Angka kemiskinan kita turun, dan ini adalah yang terendah dalam 10 tahun terakhir, berada di angka 6 sekian persen,” ujar Andi Sudirman dengan nada optimis.

Tak hanya soal kemiskinan, pertumbuhan ekonomi Sulsel juga mencatatkan lompatan yang signifikan. Saat pertama kali dilantik setahun lalu, angka pertumbuhan ekonomi berada di level 5,01 persen. Namun, melalui berbagai kebijakan taktis, angka tersebut merangkak naik menjadi 5,43 persen pada awal 2026 ini.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah komando Andi Sudirman juga dikenal sangat agresif dalam melakukan realokasi anggaran untuk program Multiyears Contract (MYC) periode 2025–2027. Proyek ini menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan.

Jenis ProyekTarget CapaianNilai Investasi
Pembangunan Jalan1.000 KilometerRp2,5 Triliun
Pembangunan Irigasi54.000 HektareBagian dari Rp3,7 T (Total MYC)
Layanan Kesehatan2 Rumah Sakit Regional BaruTahap Pembangunan

“Insyaallah dalam dua sampai tiga tahun ini, kita akan memiliki irigasi baru seluas 54 ribu hektare. Ini semua dalam satu kali kontrak tiga tahun untuk memastikan keberlanjutan proyek tanpa terhambat birokrasi tahunan,” tambah Andi Sudirman.

Di sektor riil, Pemprov Sulsel menunjukkan komitmen nyata terhadap ketahanan pangan. Penyaluran 5.000 ton benih kepada petani telah membawa Sulawesi Selatan meraih penghargaan bergengsi Presiden Wira Karya atas peningkatan produksi tertinggi. Di sisi lain, ratusan unit perahu juga telah dibagikan kepada nelayan untuk meningkatkan daya jangkau tangkap mereka.

Sektor transportasi pun tak luput dari perhatian. Ketika kontrak Kementerian Perhubungan berakhir, Pemprov Sulsel secara berani mengambil alih (take over) pengelolaan layanan Trans Sulsel. Langkah ini diambil agar mobilitas masyarakat tidak terputus.

Selain itu, kebijakan subsidi penerbangan untuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti Selayar, Bone, dan Masamba menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses.

Menutup pemaparannya, Andi Sudirman menekankan bahwa fokus setahun ke depan akan diletakkan pada penguatan layanan kesehatan. Rencana pembangunan dua rumah sakit regional diharapkan dapat memutus rantai rujukan yang selama ini menumpuk di Kota Makassar, sehingga warga di daerah tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan spesialis.

“Kita ingin pembangunan ini dirasakan secara merata, dari daratan hingga kepulauan, dari sektor ekonomi hingga kesehatan. Semua demi Sulawesi Selatan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis

Related Articles

Back to top button