Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Respon Cepat! Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Puting Beliung di Pangkep 

Wamanews.id, 17 Januari 2026 – Bencana alam angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada Rabu (14/1/2026) langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai bentuk gerak cepat dan kepedulian terhadap warga terdampak, Pemprov Sulsel melalui sinergi Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan kemanusiaan pada hari yang sama.

Penyaluran bantuan ini dipusatkan di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene. Wilayah ini menjadi salah satu titik yang mengalami dampak cukup signifikan, khususnya di tiga titik pemukiman warga, yakni Kampung Kalibone, Kampung Banggae, dan Kampung Japing-Japing.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar dan logistik darurat yang sangat mendesak bagi warga. Selain bahan pangan dan kebutuhan harian, pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa terpal. Pemberian terpal ini dinilai sangat krusial mengingat banyak rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap, sehingga mereka membutuhkan pelindung sementara agar barang-barang di dalam rumah tidak basah saat hujan kembali turun.

Kepala BPBD Sulawesi Selatan, Amson Padolo, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan masyarakat yang tertimpa musibah tidak merasa sendirian.

“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi, sekaligus meringankan beban warga pascabencana,” ujar Amson saat memberikan keterangan resmi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pangkep, bencana angin puting beliung ini terjadi pada Rabu pagi, sekitar pukul 10.00 Wita. Kejadian ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang disertai dengan angin kencang secara tiba-tiba.

Dari hasil assessment lapangan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC), tercatat sedikitnya 10 unit rumah wargamengalami kerusakan. Kerusakan tersebut bervariasi, mulai dari kategori rusak ringan hingga rusak sedang. Beruntung, meskipun terjangan angin cukup kuat hingga menerbangkan sebagian atap rumah, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pilu ini.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Begitu laporan masuk, personel TRC BPBD langsung kami turunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan, dokumentasi, dan penilaian dampak secara menyeluruh,” tambah Amson.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan. Koordinasi intensif antara BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten Pangkep terus dilakukan untuk mengantisipasi adanya dampak susulan atau kebutuhan tambahan yang diperlukan oleh masyarakat.

Langkah-langkah lanjutan akan disiapkan berdasarkan hasil final penilaian kerusakan bangunan. Jika diperlukan, pemerintah akan mempertimbangkan skema bantuan perbaikan rumah sesuai dengan regulasi yang berlaku bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan sedang.

Di sisi lain, Amson Padolo juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah seperti Pangkep, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat bulan Januari masih merupakan puncak musim hujan yang seringkali disertai fenomena cuaca ekstrem.

“Kami imbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi kapan saja. Selalu ikuti arahan dari pemerintah dan aparat setempat, serta perhatikan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG,” tegasnya.

Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan psikologis dan fisik warga di Kelurahan Bonto Langkasa. Kecepatan penyaluran bantuan ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sulsel dalam menjalankan fungsi perlindungan sosial dan penanggulangan bencana secara akuntabel dan transparan.

Saat ini, warga dibantu oleh petugas BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat mulai membersihkan puing-puing bangunan dan memasang terpal darurat pada rumah-rumah yang rusak. Sinergi ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat warga untuk beraktivitas seperti sedia kala.

Penulis

Related Articles

Back to top button