Waspada! Ini 5 Modus Penipuan QRIS Paling Umum dan 7 Tips Aman Bertransaksi Digital

Wamanews.id, 12 Desember 2025 – Kehadiran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah merevolusi sistem pembayaran di Indonesia. Metode ini menawarkan kepraktisan, kecepatan, dan universalitas, menjangkau segala lini usaha mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan. Namun, seiring dengan meningkatnya adopsi transaksi digital, risiko kejahatan siber pun ikut berevolusi.
Pelaku penipuan kini memodifikasi teknik mereka, menjadikan QRIS sebagai target baru untuk menguras dana pengguna yang kurang waspada.
Artikel ini mengulas secara mendalam beberapa modus penipuan QRIS yang paling sering terjadi dan memberikan panduan praktis untuk meningkatkan keamanan bertransaksi, memastikan bahwa kemudahan digital tidak berakhir menjadi bencana finansial.
Pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai cara untuk mengalihkan dana dari pengguna ke rekening mereka. Berikut adalah lima modus penipuan QRIS yang paling umum ditemukan:
- QRIS Palsu yang Ditempel di Atas Kode Asli: Ini adalah modus yang paling sering terjadi di lokasi fisik. Pelaku mencetak stiker QR palsu dengan informasi rekening mereka, lalu menempelkannya secara rapi di atas kode QRIS resmi milik merchant. Pengguna yang memindai tanpa memeriksa, otomatis mentransfer uang ke rekening penipu.
- Modus Donasi Palsu: Modus ini memanfaatkan empati sosial. Pelaku membuat kode QRIS dengan mencatut nama lembaga sosial, rumah ibadah (masjid), atau komunitas ternama. Kode ini kemudian disebar secara masif melalui media sosial atau pesan berantai, menipu donatur agar mengirimkan uang ke akun pribadi pelaku.
- Pengalihan QRIS di Lokasi Ramai: Pada acara-acara besar, konser, atau lokasi dengan tingkat keramaian tinggi, pelaku menempatkan stiker QRIS mereka di lokasi strategis. Mereka berpura-pura sebagai vendor resmi atau bagian dari panitia, memanfaatkan kelengahan pengguna di tengah suasana terburu-buru.
- QR Phishing Mengarahkan ke Situs Berbahaya: Tidak semua kode QRIS langsung berujung pada transaksi pembayaran. Beberapa kode dibuat untuk mengarahkan pengguna ke tautan atau situs web palsu (phishing) yang didesain mirip dengan platform pembayaran atau bank. Tujuannya adalah mencuri data pribadi, PIN, atau informasi login akun e-wallet Anda.
- Penipuan Penjual Online dengan Bukti QRIS Palsu: Modus ini menyasar para penjual online. Pelaku mengirimkan bukti transfer pembayaran melalui QRIS yang telah dimanipulasi (palsu). Penjual yang tidak teliti memverifikasi transaksi secara langsung di aplikasi kemudian mengirimkan barang tanpa benar-benar menerima pembayaran.
7 Tips Aman: Langkah Mencegah Penipuan Saat Bertransaksi
Untuk meminimalkan risiko penipuan, literasi keamanan digital harus diimbangi dengan kewaspadaan tinggi. Praktikkan tips keamanan berikut:
- Periksa Keaslian Kode QR: Selalu raba dan periksa kode QR. Pastikan tidak ada stiker yang menempel di atas QRIS asli. Waspadai QR yang terlihat buram, terkelupas, atau mencurigakan.
- Verifikasi Nama Merchant di Aplikasi: Setelah memindai, aplikasi pembayaran Anda wajib menampilkan nama penerima. Jika nama yang tertera tidak sesuai dengan nama merchant atau toko, segera batalkan transaksi.
- Hindari Memindai QR dari Sumber Tidak Jelas: Jangan pernah memindai kode QR dari broadcast media sosial, pesan berantai, atau tangkapan layar (screenshot) yang tidak dapat diverifikasi keasliannya.
- Cek Lokasi Penempatan QRIS: Di lokasi fisik, QRIS resmi biasanya ditempatkan di meja kasir atau lokasi yang terpantau. Waspadai QR yang ditempel secara acak di luar area transaksi.
- Aktifkan Fitur Keamanan di E-Wallet: Gunakan lapisan keamanan tambahan seperti PIN, verifikasi biometrik (sidik jari/wajah), dan pastikan notifikasi transaksi selalu aktif untuk memonitor setiap aktivitas mencurigakan.
- Waspadai QR yang Mengarah ke Website: Jika hasil pemindaian mengarahkan ke situs web, pastikan URL (domain) situs tersebut resmi dan terpercaya. Segera tutup jika tampilan websitemencurigakan.
- Simpan Bukti Pembayaran: Selalu simpan tangkapan layar atau catatan transaksi QRIS yang telah berhasil sebagai bukti sah untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
Peningkatan adopsi pembayaran digital melalui QRIS harus diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan. Dengan mempraktikkan langkah-langkah keamanan ini, masyarakat dapat menikmati kemudahan transaksi digital tanpa perlu mengkhawatirkan celah penipuan.






