Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Korban Jiwa Bertambah, Tragedi Kebakaran KM Barcelona V di Sulut Telan 5 Nyawa Termasuk Ibu Hamil

Wamanews.id, 22 Juli 2025 – Tragedi kebakaran kapal KM Barcelona V yang berlayar di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, terus menyisakan duka yang mendalam. 

Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden mengerikan ini kembali bertambah, kini mencapai lima orang. Fakta ini terungkap setelah serangkaian upaya pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim gabungan.

Kepala Zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya, mengonfirmasi penambahan jumlah korban jiwa ini dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (20/7). “Lima orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya belum teridentifikasi,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses identifikasi terhadap para korban masih terus diupayakan untuk memberikan kepastian kepada keluarga.

Tiga dari lima korban yang meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Hugu Majuntu, yang diketahui memiliki riwayat epilepsi dan post-stroke; Betrivia Malimbulun, seorang ibu hamil dengan usia kehamilan 37-38 minggu yang juga mengalami komplikasi medis; dan Daniel Lena, yang meninggal dunia karena serangan jantung inferior (STEMI). Profil para korban ini menambah kesedihan atas tragedi yang menimpa mereka.

Selain korban meninggal, sejumlah penumpang yang mengalami luka-luka akibat insiden kebakaran ini segera mendapatkan penanganan medis. Mereka dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif, meliputi RSUD Walanda Maramis, RSUP Prof. Kandou Malalayang, dan RSUD ODSK.

“Sebagian korban lainnya dirawat di Puskesmas Mubune, Kec. Likupang, termasuk warga dari Lirung, Beo, Kabaruan, Melonguane, dan sekitarnya,” tambah Teguh, memastikan bahwa penanganan kesehatan tidak hanya terpusat di rumah sakit besar, tetapi juga menjangkau fasilitas kesehatan di daerah terpencil untuk merawat korban dari berbagai wilayah.

Dalam menghadapi krisis ini, Bakamla RI menegaskan peran aktifnya. Laksma Teguh Prasetya menyatakan bahwa Bakamla akan terus berada di garis depan untuk membantu penanganan darurat di laut. Ini mencakup pengawalan proses evakuasi dan melanjutkan pencarian korban jika masih ada yang hilang atau terperangkap.

“Tim Bakamla RI akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan seluruh korban dan mendukung penuh proses evakuasi hingga tuntas,” pungkasnya. 

Komitmen ini menunjukkan upaya serius dari pemerintah dan aparat dalam menangani dampak dari kebakaran kapal ini secara menyeluruh, mulai dari penyelamatan hingga bantuan pasca-insiden.

Tragedi KM Barcelona V harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk mengevaluasi dan meningkatkan standar keselamatan pelayaran secara drastis. 

Investigasi mendalam untuk menemukan penyebab kebakaran adalah mutlak diperlukan, diikuti dengan langkah-langkah preventif yang konkret agar insiden mematikan seperti ini tidak terulang di masa depan. Doa dan simpati yang mendalam kami haturkan bagi para korban dan keluarga yang berduka atas kehilangan yang tak terhingga ini.

Penulis

Related Articles

Back to top button