5 Wisatawan Pantai Ammani Pinrang Terhempas dari Donat Boat, 3 Orang Harus Diinfus

Wamanews.id, 4 April 2026 – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan kecelakaan wahana air di objek wisata Pantai Harapan Ammani, Desa Mattirotasi, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mendadak viral di media sosial. Insiden tersebut melibatkan lima orang wisatawan yang terhempas dari wahana donat boat hingga mengalami sejumlah luka memar.
Peristiwa naas tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu, namun videonya baru ramai diperbincangkan publik pada Sabtu, 4 April 2026. Kegagalan manuver oleh operator kapal penarik diduga menjadi penyebab utama wahana tersebut meluncur tak terkendali ke arah daratan.
Salah satu korban kecelakaan tersebut, Esty, mengonfirmasi bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah dirinya dan anggota keluarganya. Menurut penuturannya, awalnya aktivitas bermain wahana air tersebut berjalan sangat menyenangkan saat berada di tengah laut.
“Kami ada lima orang naik banana boat (donat boat) dan bermain di tengah laut, semuanya berjalan seru. Tidak ada ombak besar dan kami juga tidak terjatuh,” ungkap Esty saat memberikan klarifikasi.
Namun, situasi yang semula kondusif berubah drastis saat pengemudi kapal penarik mulai mengarahkan wahana kembali menuju bibir pantai. Diduga karena salah prediksi dalam bermanuver, posisi wahana sudah terlalu dekat dengan daratan sebelum kapal sempat berbelok sempurna. Akibatnya, wahana donat boattersebut justru terhempas keras ke area daratan pinggir pantai.
Hempasan yang keras menyebabkan kelima penumpang terlempar dari wahana. Esty menjelaskan bahwa dirinya mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh yang cukup vital, seperti dada, leher, dan betis. Dampak dari benturan tersebut bahkan membuatnya sempat mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas ringan pascakejadian.
“Dada terasa sakit karena jatuh lebih dulu, leher juga sakit. Sempat susah pakai baju, tapi sekarang sudah mulai membaik,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah ringkasan dampak medis yang dialami para korban:
| Jenis Luka/Tindakan | Keterangan |
| Luka Fisik Utama | Memar pada betis, dada, dan leher. |
| Perawatan Puskesmas | Seluruh korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. |
| Tindakan Medis Khusus | Tiga orang korban sempat menjalani perawatan dengan bantuan infus. |
| Terapi Mandiri | Korban menjalani terapi urut/pijat untuk meredakan nyeri. |
Pihak pengelola Pantai Harapan Ammani dilaporkan telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Selain itu, pengelola juga menanggung biaya perawatan medis saat para korban dibawa ke puskesmas. Meski demikian, Esty menyebutkan bahwa untuk biaya terapi pijat tambahan, mereka harus mengeluarkan biaya secara mandiri.
Di sisi lain, korban memutuskan untuk tidak menuntut ganti rugi lebih lanjut kepada pihak pengelola. Hal ini dikarenakan pihak pengelola dianggap telah menunjukkan iktikad baik dengan membantu proses pengobatan awal serta membebaskan biaya penggunaan wahana pada hari kejadian.
Sementara itu, Ashar selaku pengelola Pantai Ammani, enggan memberikan komentar mendalam saat dimintai keterangan lebih lanjut. Ia beralasan bahwa kejadian tersebut sudah lewat beberapa hari dan tidak seharusnya diungkit kembali.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pengelola wisata bahari di Sulawesi Selatan untuk selalu mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang ketat. Manuver wahana yang terlalu dekat dengan bibir pantai sangat berisiko bagi keselamatan nyawa pengunjung.
Diharapkan pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap keahlian para operator kapal penarik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, terutama saat memasuki musim liburan di mana lonjakan pengunjung pantai meningkat drastis.





