Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Survei DEN dan BPS Ungkap MBG Lebih Banyak dinikmati Siswa Kaya Perkotaan

Wamanews.id, 21 Oktober 2026 – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkap fakta ketimpangan dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintah tersebut dinilai belum menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.

Temuan ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan DEN bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data per September 2026. Hasil kajian tersebut dipaparkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Dalam paparannya, Anggota DEN M. Firman Hidayat menyebutkan distribusi penerima MBG masih timpang dari sisi wilayah. Sebaran penerima lebih banyak terkonsentrasi di kawasan perkotaan, sementara wilayah pedesaan dan terpencil justru minim jangkauan.

Ketimpangan juga terjadi dari sisi ekonomi penerima. DEN menemukan penerima MBG didominasi siswa dari keluarga mampu, bukan dari keluarga miskin dan kurang mampu yang sangat membutuhkan dukungan asupan gizi.

“Kami melihat data per September 2026, memang sebaran distribusi penerima MBG itu masih terkonsentrasi masih lebih tinggi di perkotaan dibandingkan dengan pedesaan dan masih lebih banyak siswa kaya yang menerima dibandingkan siswa miskin,” ujar Firman.

Menanggapi temuan tersebut, DEN mendorong perbaikan prioritas penyaluran MBG. Firman menekankan pemerintah perlu memprioritaskan siswa dari keluarga miskin, wilayah pedesaan, dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai penerima utama.

“Artinya, perlu ada prioritas yang lebih baik terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan dan masyarakat miskin,” tegasnya.

Meski bermasalah pada distribusi, DEN menilai program MBG terbukti membawa dampak positif signifikan bagi dunia pendidikan. Survei menunjukkan MBG mampu menurunkan angka absensi siswa dan meningkatkan semangat belajar di kelas.

Firman merinci, siswa penerima MBG, khususnya dari desil 1 atau kelompok paling miskin, tercatat lebih jarang absen dibandingkan siswa non-penerima. Rasa lapar yang berkurang selama jam sekolah menjadi faktor utama kehadiran mereka meningkat.

Bahkan, dari sisi kualitas, DEN menemukan korelasi kuat antara menu dan motivasi belajar. Ketika menu MBG yang disajikan dinilai baik dan bergizi, sebanyak 95 persen siswa mengaku semangat belajarnya meningkat tajam.

Penulis

Related Articles

Back to top button