Tragedi Jalur Palopo-Toraja: Dua Pelajar Asal Luwu Tewas Terlindas Bus Borlindo Saat Hendak Liburan

Wamanews.id, 24 Maret 2026 – Suasana liburan yang seharusnya penuh keceriaan berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga dua pelajar asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Niat hati ingin menikmati masa libur dengan berkunjung ke objek wisata di Tana Toraja, dua remaja ini justru harus meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan maut yang melibatkan armada Bus Borlindo.
Insiden nahas tersebut terjadi di ruas jalan yang dikenal cukup ekstrem, tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Lokasi kejadian yang berada di jalur poros penghubung Palopo-Toraja ini memang memiliki karakteristik jalanan yang berkelok dan menanjak, menuntut kewaspadaan tinggi bagi setiap pengendara yang melintas.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.57 WITA ini melibatkan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan satu unit Bus Borlindo. Berdasarkan keterangan otoritas kepolisian setempat, kedua korban diidentifikasi sebagai AR (17) yang bertindak sebagai pengemudi motor, dan rekannya, MAY (17), yang duduk di bangku boncengan.
Kasat Lantas Polres Palopo, Frans Niovaldo, menjelaskan bahwa kedua korban bergerak dari arah Kota Palopo menuju Kabupaten Tana Toraja. Diduga karena memacu kendaraan dengan kecepatan yang cukup tinggi saat memasuki area tikungan, pengemudi motor kehilangan kendali atas kendaraannya.
“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan masuk ke kolong mobil bus Borlindo, keduanya meninggal di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Informasi yang kami terima, keduanya memang sedang dalam perjalanan untuk pergi liburan,” ujar Frans Niovaldo dalam keterangan resminya.
Motor yang dikendarai korban terpeleset di tikungan jalan yang licin atau berpasir, menyebabkan keduanya terpental tepat ke arah bawah bodi bus yang sedang melintas dari arah berlawanan. Posisi korban yang masuk ke kolong bus membuat benturan tak terhindarkan, mengakibatkan keduanya terlindas roda kendaraan besar tersebut.
Akibat benturan dan lindasan bus tersebut, kedua korban mengalami luka yang sangat serius di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya. AR dilaporkan mengalami luka robek dan lecet parah pada bagian kepala yang menjadi penyebab utama kematiannya di lokasi. Sementara itu, MAY mengalami luka lecet di area mata dan kaki dengan kondisi yang tak kalah mengenaskan.
Sesaat setelah kejadian, petugas kepolisian bersama warga sekitar segera mengevakuasi jasad kedua pelajar tersebut. “Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bintang Laut Palopo menggunakan mobil ambulans,” tambah Frans.
Di sisi lain, pengemudi bus Borlindo beserta seluruh penumpangnya dilaporkan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka fisik, meskipun guncangan psikis akibat insiden tersebut tak terhindarkan. Saat ini, armada bus dan motor milik korban telah diamankan di kantor Satlantas Polres Palopo guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna jalan, terutama kalangan remaja, untuk selalu mengedepankan keselamatan dibandingkan kecepatan. Jalur Battang di Palopo menuju Toraja adalah area yang sangat rawan kecelakaan karena banyaknya tikungan tajam dan jurang di sisi jalan.
Frans Niovaldo menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemudik atau wisatawan yang ingin melintasi jalur tersebut, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan selalu menjaga batas kecepatan.
“Kami meminta pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama di daerah tikungan dan tanjakan. Jangan memaksakan mendahului di tikungan karena pandangan terbatas, dan pastikan konsentrasi tetap terjaga. Keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, jasad kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Luwu untuk proses pemakaman. Isak tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan jenazah dua remaja yang sebenarnya hanya ingin menikmati masa muda dengan berlibur.







