Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Kelola Perikanan Berkelanjutan! Pemkab Wajo Gelar Lelang Perdana Ex-Ornamen Tappareng di Pammana 

Wamanews.id, 15 Juli 2025 – Dalam rangka memperkuat tata kelola dan keberlanjutan sumber daya perikanan air tawar, Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Perikanan telah memulai langkah strategis. 

Pada Senin, 15 Juli 2025, proses pelelangan ex-ornamen danau/rawa (tappareng) secara resmi dibuka, menandai dimulainya agenda tahunan yang krusial bagi ekosistem perairan dan ekonomi lokal.

Pelelangan perdana ini dipusatkan di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Wajo, dengan Kecamatan Pammana menjadi wilayah pertama yang menjadi objek lelang. Selanjutnya, proses ini akan bergiliran ke kecamatan-kecamatan lain yang memiliki perairan tappareng serupa, yaitu Sabbangparu, Tanasitolo, Bola, Majauleng, dan Belawa.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wajo, Andi Ismirar, menjamin bahwa seluruh tahapan pelelangan akan dilaksanakan secara terbuka dan sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. 

“Hari ini kita mulai dengan Rawa di Kecamatan Pammana. Semua proses berjalan sesuai mekanisme resmi lelang daerah. Ini bukan hanya rutinitas, tetapi bagian penting dari pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan,” tegasnya. Transparansi menjadi kunci dalam pelaksanaan lelang ini.

Andi Ismirar juga menyoroti manfaat utama dari lelang ini, yaitu memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha perikanan untuk secara legal mengakses dan mengelola kawasan perairan umum daratan. Kawasan-kawasan ini selama ini dikenal sebagai sumber ikan air tawar yang melimpah, dan dengan adanya lelang, pemanfaatannya kini memiliki payung hukum yang jelas.

Senada, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Wajo menambahkan bahwa proses ini memiliki peran ganda: tidak hanya signifikan dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga esensial dalam memastikan tata kelola perairan yang bertanggung jawab. 

“Kami berharap seluruh rangkaian lelang ini berjalan lancar, tertib, dan transparan. Yang paling utama adalah manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya, menekankan bahwa ujung dari kegiatan ini adalah kesejahteraan nelayan dan masyarakat.

Lelang ex-ornamen, yang secara harfiah merujuk pada danau atau rawa bekas area tangkapan ikan bernilai ekonomi, adalah strategi yang telah lama diterapkan untuk mengatur akses terhadap sumber daya alam secara berbasis masyarakat. 

Legalitas akses yang diberikan melalui lelang ini diharapkan mampu menekan praktik penangkapan ikan ilegal yang kerap merusak lingkungan perairan, sekaligus memberikan jaminan bagi para pengelola yang sah.

Dinas Perikanan juga sangat berharap agar masyarakat nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal dapat semakin proaktif memanfaatkan momen lelang ini. Keterlibatan mereka secara resmi dalam tata kelola perairan sangat vital untuk keberlanjutan sektor ini. 

Melalui pendekatan lelang terbuka, diharapkan tercipta iklim usaha yang lebih sehat, kompetitif, dan adil. Lebih jauh lagi, proses ini bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam kegiatan perikanan tangkap di Wajo.

Dengan dimulainya proses lelang tappareng ini, Pemerintah Kabupaten Wajo mempertegas komitmennya terhadap pengelolaan sumber daya perairan yang lestari, legal, dan berdampak positif langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi masa depan perikanan Wajo yang lebih teratur dan berkelanjutan.

Penulis

Related Articles

Back to top button