Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Ratusan Jemaah Haji Keracunan di Mekkah! Ternyata Ini Penyebab Sepele yang Sering Diabaikan

Wamanews.id, 20 Mei 2025 – Kasus keracunan makanan kembali mencoreng pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Sejumlah jemaah haji Indonesia di Mekkah dilaporkan mengalami gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan yang tidak sesuai anjuran. Meski makanan yang diberikan sudah sesuai standar gizi dan keamanan pangan, kesalahan sederhana seperti waktu konsumsi ternyata menjadi penyebab utama insiden tersebut.

Sanitarian Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Dedy Kurniawan, menjelaskan bahwa makanan untuk jemaah haji memiliki durasi distribusi yang  cukup panjang, yaitu sekitar 4 hingga 6 jam sejak proses pengolahan hingga makanan sampai ke tangan jemaah. Dalam kondisi cuaca panas ekstrem seperti di Mekkah, durasi tersebut sangat krusial dalam menentukan kesegaran makanan.

“Makanan yang diterima jemaah sebetulnya sudah sesuai standar, namun jika dikonsumsi lewat dari waktu yang dianjurkan, risikonya meningkat karena suhu tinggi dapat mempercepat kerusakan makanan,” ujar Dedy dalam keterangan tertulis, Minggu (19/5/2025).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan jadwal konsumsi yang aman agar makanan tetap layak dan tidak membahayakan kesehatan. Adapun waktu konsumsi yang dianjurkan adalah:

  • Sarapan pagi maksimal pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS)
  • Makan siang maksimal pukul 16.00 WAS
  • Makan malam maksimal pukul 21.00 WAS

Jemaah diimbau untuk tidak menyimpan makanan terlalu lama dan segera mengonsumsinya sesuai jadwal. Dedy juga menekankan pentingnya memeriksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi. Jika terdapat perubahan warna, bau menyengat, atau tampilan yang mencurigakan, makanan tersebut sebaiknya tidak dimakan dan segera dilaporkan kepada petugas kesehatan.

Menurut Dedy, insiden keracunan bisa dicegah jika semua pihak mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Kesadaran jemaah dalam menjaga pola makan yang aman, higienis, dan disiplin dalam waktu konsumsi akan sangat menentukan kelancaran ibadah.

“Kesehatan jemaah adalah prioritas kami. Dengan kerja sama dan kepatuhan terhadap imbauan ini, kita bisa meminimalkan risiko dan menjaga ibadah haji tetap khusyuk serta sehat,” katanya.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Kemenkes juga meminta petugas haji untuk terus memberikan edukasi kepada jemaah terkait pentingnya konsumsi makanan tepat waktu, serta pola makan sehat selama berada di Arab Saudi.

Dalam pelaksanaan ibadah haji yang padat aktivitas dan menantang secara fisik, kondisi tubuh jemaah harus dijaga sebaik mungkin. Langkah preventif seperti edukasi, disiplin konsumsi, dan pemeriksaan makanan secara mandiri sangat krusial untuk menghindari gangguan kesehatan yang bisa berdampak pada pelaksanaan ibadah.

Kasus keracunan makanan bukan kali pertama terjadi di musim haji. Namun, kejadian tahun ini menjadi pengingat bahwa hal kecil seperti waktu makan bisa berdampak besar pada kesehatan jemaah. 

Oleh karena itu, Kemenkes RI menekankan agar seluruh jemaah Indonesia menjadikan disiplin dalam pola makan sebagai bagian dari ibadah yang tak kalah penting dari rukun-rukun lainnya. Bagi jemaah yang merasa tidak nyaman atau menemukan gejala setelah makan, disarankan segera melapor ke petugas kesehatan agar dapat ditangani secepat mungkin.

Penulis

Related Articles

Back to top button