Gempa Bumi Magnitudo 3,8 Getarkan Kepulauan Selayar, BMKG: Terjadi di Kedalaman 391 Kilometer

Wamanews.id, 7 Februari 2026 – Aktivitas tektonik kembali tercatat di wilayah perairan Sulawesi Selatan. Masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar dikagetkan dengan guncangan gempa bumi pada Sabtu siang (7/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa lindu tersebut berkekuatan Magnitudo M 3,8.
Meskipun kekuatan gempa berada di skala menengah, lokasi pusat gempa yang berada di laut menjadi perhatian khusus bagi warga pesisir. BMKG merilis informasi ini sesaat setelah sensor seismograf menangkap getaran di wilayah tersebut untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Berdasarkan data resmi yang diunggah melalui akun media sosial X (dahulu Twitter) milik BMKG, gempa bumi ini terjadi tepat pada pukul 14:45 WITA (atau 13:45 WIB). Lokasi episenter gempa secara astronomis terletak pada koordinat:
Lintang Selatan (LS) dan 119,93 Bujur Timur (BT) Secara geografis, pusat gempa ini berada di laut, berjarak sekitar 124 kilometer di arah Barat Daya Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hal yang menarik dari fenomena kali ini adalah kedalamannya. BMKG mencatat pusat gempa berada di kedalaman 391 kilometer.
Dalam terminologi geologi, gempa yang terjadi di kedalaman lebih dari 300 kilometer dikategorikan sebagai gempa bumi dalam (deep earthquake). Gempa jenis ini biasanya terjadi akibat adanya deformasi batuan pada lempeng tektonik yang menunjam jauh ke bawah kerak bumi.
Karakteristik gempa bumi dalam seperti yang terjadi di Selayar siang ini umumnya memiliki dampak guncangan yang tidak terlalu signifikan di permukaan tanah jika dibandingkan dengan gempa dangkal. Namun, energi getarannya seringkali dapat dirasakan di wilayah yang sangat luas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Mengingat pentingnya informasi cepat di era digital, data awal ini dirilis dengan mengutamakan kecepatan penyampaian pesan kepada publik.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis pengumuman resmi BMKG tersebut.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan pemutakhiran data yang akan dirilis BMKG setelah hasil pengolahan parameter gempa menjadi lebih stabil. Proses verifikasi biasanya melibatkan pengumpulan data dari stasiun-stasiun seismik lain untuk menentukan magnitudo dan lokasi yang lebih presisi.
Kabupaten Kepulauan Selayar secara geografis memang berada di wilayah yang memiliki beberapa garis sesar aktif, sehingga kesiapsiagaan bencana menjadi kunci utama. Menanggapi kejadian ini, masyarakat diimbau untuk:
- Tetap Tenang: Jangan termakan isu hoax atau kabar yang tidak jelas sumbernya mengenai potensi tsunami. Mengingat kedalamannya yang mencapai 391 km, potensi tsunami sangat kecil kemungkinannya.
- Pantau Saluran Resmi: Selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi milik BMKG melalui aplikasi InfoBMKG atau akun media sosial terverifikasi.
- Periksa Keamanan Bangunan: Meskipun guncangan mungkin tidak terasa kuat, ada baiknya masyarakat tetap memeriksa struktur bangunan jika dirasakan ada getaran yang cukup signifikan.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Selayar juga diharapkan terus memantau situasi di lapangan, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitar titik Barat Daya.







