Insiden Mobil MBG di SD Jakut: BGN Minta Maaf dan Janji Evaluasi SOP, Sopir Pengganti Jadi Sorotan

Wamanews.id, 12 Desember 2025 – Insiden mengerikan yang terjadi di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) pukul 07.39 WIB, menjadi perhatian serius bagi otoritas terkait.
Sebuah mobil operasional pengangkut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos masuk halaman sekolah yang pagarnya tertutup rapat, melukai total 22 orang yang terdiri dari siswa dan guru yang saat itu sedang berkumpul untuk kegiatan pagi.
Peristiwa ini, yang diduga kuat terjadi akibat kelalaian saat mobil dikendarai oleh sopir pengganti, mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengambil tindakan dan bertanggung jawab.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan mendalam atas insiden yang menimpa para siswa dan guru. “Pimpinan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan turut prihatin atas terjadinya korban dan mohon maaf kepada korban dan pihak keluarga atas peristiwa ini,” kata Sony saat dihubungi, Kamis (11/12/2025).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa mobil tersebut memang rutin mengirimkan MBG, namun pada hari kejadian, mobil dikendarai oleh sopir yang berbeda dari biasanya. “Karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup, mobil masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol,” ujar Pramono di RSUD Koja, Kamis (11/12/2025). Keterangan ini menguatkan dugaan adanya human error atau kelalaian yang dipicu oleh kurangnya pengawasan terhadap kualifikasi sopir pengganti.
Menanggapi hal ini, Sony Sanjaya menyatakan BGN akan segera melakukan evaluasi internal. “BGN akan melakukan evaluasi internal, termasuk kemungkinan terjadinya pelanggaran SOP,” ujarnya.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, juga menggarisbawahi perlunya evaluasi dalam proses perekrutan sopir maupun pegawai Stasiun Pengelolaan dan Penyediaan Gizi (SPPG). Dadan meminta SPPG untuk lebih cermat dalam memilih sopir yang ditugaskan mendistribusikan MBG, terutama dalam kasus pergantian sopir.
“Iya, tentu saja ya, tentu saja.
Karena selama ini kan juga kita sudah lakukan, bahkan di dalam juknis kami sudah tertulis bahwa mobil sebelum digunakan untuk pengiriman itu wajib dicek setiap hari,” kata Dadan setelah menjenguk korban. Dadan menegaskan, jika terjadi pergantian sopir utama dengan sopir cadangan, kualifikasi penggantinya harus setaradengan sopir utama.
“Dan dengan adanya kasus penggantian sopir, ini kelihatannya menjadi insight baru bagi Badan Gizi Nasional agar KSPPG secara cermat mengganti atau memilih sopir cadangan yang kualifikasinya sama,” jelas Dadan, menunjukkan adanya potensi celah dalam standar operasional terkait kualifikasi personel.
Sementara BGN berfokus pada evaluasi internal, pihak kepolisian Polda Metro Jaya masih terus mengusut tuntas peristiwa ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyatakan penyelidikan akan mendalami motif serta dugaan unsur kesengajaan di balik insiden mobil yang menerobos pagar sekolah tersebut.
Korban insiden ini tercatat sebanyak 22 orang, yang mayoritas adalah siswa SD. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, merinci bahwa 10 korban sudah diperbolehkan rawat jalan. Tiga korban masih dirawat di RSUD Cilincing, dan sembilan korban lainnya menjalani perawatan intensif di RSUD Koja. Pihak kepolisian memastikan bahwa hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.







