Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Pendidikan

Data Alumni UHO Disabotase? Rektor Herman: Jika Tak Direspon, Silakan Lapor Saya Langsung!

Wamanews.id, 31 Desember 2025 – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh pengakuan mengejutkan dari seorang alumni Teknik Sipil Universitas Halu Oleo (UHO), Ayu Amanda. Data kemahasiswaannya di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) diduga telah disabotase dan berubah identitas atas nama orang lain. Menanggapi polemik yang mencoreng citra institusi tersebut, Rektor UHO, Herman akhirnya angkat bicara dan memberikan instruksi tegas.

Persoalan ini bermula dari unggahan video Ayu Amanda di akun TikTok pribadinya yang mendadak viral pada Senin (29/12/2025). Ayu mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam setelah mendapati nomor induk mahasiswa atau stambuk miliknya, E1A117006, tidak lagi terdaftar atas namanya, melainkan berganti menjadi nama orang lain yang ia sebut sebagai “Basri”.

Dalam video yang telah disukai lebih dari 57 ribu pengguna tersebut, Ayu Amanda tak kuasa menahan amarahnya. Ia menduga kuat bahwa perubahan data ini berkaitan dengan praktik ilegal jual beli ijazah yang melibatkan oknum di dalam kampus atau sistem administrasi.

“Itu stambuk ku kenapa bisa diganti ini pihak kampus. Klarifikasinya dulu. Kita kuliah empat tahun itu untuk mendapat ini semua ijazah. Giliran orang asing, orang goblok, masukan beli-beli ijazah,” tutur Ayu dengan nada emosional dalam unggahannya.

Ayu menekankan bahwa dirinya menghafal betul nomor stambuk tersebut sebagai bukti perjuangannya menempuh pendidikan selama empat tahun di Jurusan Teknik Sipil UHO. 

Ia merasa jerih payahnya selama kuliah seolah tidak dihargai ketika sistem negara justru mencatat identitas orang lain yang diduga mendapatkan ijazah dengan cara instan melalui pembayaran ilegal. “Saya tahu begini, saya tidak usah kuliah empat tahun lamanya. Saya beli saja ijazah kan bisa toh ini. Tapi ini Basri dia pergi membayar di Universitas Halu Oleo,“ tambahnya dalam video yang hingga kini terus dibagikan ribuan kali oleh netizen.

Melihat situasi yang semakin memanas dan mulai menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap universitas negeri tersebut, Rektor UHO Dr. Herman memberikan tanggapan terbuka. Ia meminta Ayu Amanda dan alumni lainnya yang mengalami nasib serupa untuk segera melakukan pelaporan resmi ke Rektorat UHO di Kendari.

Herman menegaskan bahwa pihak universitas tidak akan membiarkan adanya celah bagi praktik kecurangan. 

Ia bahkan menunjukkan sikap transparannya dengan bersedia menerima laporan secara langsung jika staf di bawahnya tidak memberikan respons yang cepat.

“Jika tidak cepat direspon, silakan melapor kepada saya langsung. Nomor saya ada dan bisa diakses umum,” tegas Dr. Herman saat memberikan klarifikasi terkait kasus Ayu Amanda.

Rektor juga mengharapkan agar seluruh mahasiswa aktif maupun alumni UHO lebih proaktif dalam memantau data mereka di laman resmi PDDIKTI. Menurutnya, pengecekan berkala sangat penting untuk mendeteksi dini adanya sabotase data atau kesalahan input yang mungkin terjadi.

Komentar warga net pun membanjiri unggahan Ayu Amanda. Banyak dari mereka yang merasa khawatir terhadap keamanan data di perguruan tinggi negeri. “Padahal Universitasnya Negeri loh, ngeri betul,” tulis salah satu akun di kolom komentar. Tak hanya itu, kasus ini rupanya membuka tabir masalah serupa. Beberapa warganet lain ikut mengeluhkan data mereka yang tiba-tiba hilang atau tidak ditemukan di PDDIKTI meski sudah dinyatakan lulus bertahun-tahun lalu.

Hingga Selasa pagi, video Ayu Amanda telah dibagikan sebanyak 7.319 kali dan mendapat ribuan komentar. Publik kini menunggu langkah nyata dari pihak UHO untuk mengembalikan hak data Ayu Amanda serta mengusut siapa sosok “Basri” yang namanya mencatut stambuk tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pengelola perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengenai pentingnya integritas data akademik. Sabotase data mahasiswa untuk kepentingan jual beli ijazah merupakan tindak pidana serius yang dapat merusak sistem pendidikan nasional.

Pihak UHO berjanji akan melakukan investigasi internal guna memastikan apakah ada keterlibatan orang dalam ataukah terjadi serangan siber yang mengubah basis data mereka. Bagi alumni UHO yang merasa datanya bermasalah, diimbau untuk segera mengumpulkan bukti-bukti pendukung seperti kartu mahasiswa, transkrip nilai, dan ijazah asli untuk dicocokkan kembali dengan data di tingkat universitas. 

Penulis

Related Articles

Back to top button