Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Atlet Judo Wajo Ahmad Ramadhan Sany Sumbang Medali Pertama, Raih Perak di Porprov Sulsel 2026

Wamanews.id, 6 November 2026 – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet judo asal Kabupaten Wajo, Ahmad Ramadhan Sany, dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Wajo-Bone.

Atlet berusia 17 tahun tersebut berhasil meraih medali perak pada cabang olahraga (cabor) judo kelas junior -60 kilogram putra. Capaian itu sekaligus menjadikannya sebagai atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi Kabupaten Wajo pada ajang Porprov Sulsel 2026.

Keberhasilan Ahmad menjadi pencapaian tersendiri bagi kontingen Wajo. Di tengah ketatnya persaingan antaratlet dari berbagai daerah, ia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil melaju ke babak final dan mengamankan posisi kedua.

Ahmad mengaku bangga dan bersyukur dapat menjadi salah satu penyumbang medali pertama bagi Kabupaten Wajo. Baginya, pencapaian tersebut merupakan pengalaman berharga sekaligus bukti bahwa latihan yang selama ini dijalani dapat membuahkan hasil.

“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi salah satu penyumbang medali pertama untuk Kabupaten Wajo. Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi saya,” ungkap Ahmad.

Di balik prestasi tersebut, terdapat proses persiapan panjang yang tidak mudah. Ahmad menjalani latihan secara rutin, mulai dari peningkatan fisik, penguasaan teknik, hingga latihan tanding. Ia juga harus menjaga kondisi tubuh dan berat badan agar tetap sesuai dengan ketentuan kelas pertandingan -60 kilogram.

Selain kesiapan fisik dan teknik, persiapan mental juga menjadi perhatian penting. Mengingat persaingan yang cukup ketat, ia berusaha menjaga fokus dan menjalankan strategi yang telah diberikan oleh pelatih.

Pada pertandingan final, Ahmad mengaku harus menghadapi pertarungan yang berlangsung cukup ketat. Ia berupaya menerapkan arahan pelatih dan mengerahkan seluruh kemampuannya hingga pertandingan berakhir.

Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, Ahmad tetap menerima hasil tersebut dengan penuh rasa syukur. Baginya, medali perak yang diraih merupakan hasil dari perjuangan dan proses panjang yang telah dilalui.

Menariknya, ketertarikan Ahmad terhadap olahraga judo berawal dari lingkungan keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa keluarganya telah lebih dahulu menekuni olahraga bela diri tersebut. Dari situlah ia mulai mengenal judo hingga akhirnya memutuskan untuk serius mengikuti jejak keluarganya.

Dalam perjalanan meraih prestasi, Ahmad menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok yang paling berjasa. Dukungan dan doa mereka menjadi sumber motivasi terbesar, bahkan ketika ia harus bertanding di tengah riuhnya suara penonton.

“Bahkan di tengah-tengah teriakan penonton saat pertandingan, hanya suara orang tua saya yang bisa saya dengarkan. Dukungan mereka benar-benar menjadi semangat bagi saya untuk terus berjuang sampai akhir,” tuturnya.

Medali perak tersebut secara khusus dipersembahkan Ahmad untuk kedua orang tuanya yang selama ini tidak pernah berhenti memberikan dukungan, baik selama menjalani latihan maupun saat menghadapi pertandingan.

Ke depan, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan, mengevaluasi kekurangan dari pertandingan sebelumnya, serta mempersiapkan diri untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di kejuaraan berikutnya.

Ahmad juga berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Wajo, agar tidak takut memulai dan tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.

“Prestasi tidak bisa didapat secara instan. Harus disiplin, rajin latihan, dan mau belajar dari setiap kekalahan maupun kegagalan. Yang paling penting adalah percaya pada proses dan terus berusaha memberikan yang terbaik,” pesannya.

Penulis

Related Articles

Back to top button