Heboh Pose Anggun Siswa Pramuka Viral, Warganet Sebut Virus Boti Sudah Masuk Lingkungan Sekolah

Wamanews.id, 28 Oktober 2026 – Sebuah foto yang menampilkan beberapa siswa laki-laki berseragam Pramuka sedang berpose menggunakan riasan wajah menjadi viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Dalam foto tersebut, para pelajar terlihat mengenakan seragam Pramuka lengkap berwarna cokelat, namun berpose dengan gaya yang dinilai feminin sambil memegang alat makeup seperti eyeliner, lipstik, dan bedak wajah. Foto itu diambil dengan konsep studio berlatar abu-abu.
Berdasarkan penelusuran, foto tersebut tidak memiliki keterangan resmi mengenai asal sekolah, lokasi, maupun waktu pengambilan gambar. Tidak ada identitas sekolah yang terlihat jelas di seragam, sehingga keaslian dan asal-usulnya belum dapat diverifikasi secara pasti. Hal ini sengaja tidak disebarluaskan untuk melindungi privasi anak di bawah umur.
Konten tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform, mulai dari Instagram, TikTok, hingga WhatsApp Status. Banyak akun yang mengunggah ulang dengan narasi yang berbeda-beda, sehingga konteks aslinya menjadi simpang siur.
Fenomena ini memicu perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian warganet menilai hal tersebut sebagai bagian dari ekspresi diri dan kreativitas remaja yang kini semakin terbuka terhadap tren kecantikan tanpa batas gender.
Di sisi lain, ada pula yang menilai aksi tersebut kurang pantas dilakukan dengan menggunakan seragam sekolah, terutama Pramuka yang lekat dengan nilai kedisiplinan dan kepribadian. Perdebatan itu pun melebar hingga membahas batasan berpenampilan di sekolah.
Pengamat pendidikan menilai, remaja usia SMP-SMA memang berada pada fase pencarian jati diri dan sangat dipengaruhi oleh tren di media sosial. Sikap yang terlalu menghakimi dengan memberi label atau stigma justru berpotensi menimbulkan perundungan.
Oleh karena itu, pihak sekolah dan orang tua diharapkan lebih mengedepankan pendekatan pembinaan dan dialog, bukan hukuman yang mempermalukan. Edukasi tentang etika penggunaan seragam dan bijak bermedia sosial dinilai lebih penting.
Publik juga diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi konten viral yang melibatkan pelajar. Tidak menyebarkan identitas, tidak melakukan doxing, dan tidak menggunakan istilah-istilah yang merendahkan dianggap sebagai langkah penting untuk mencegah dampak psikologis bagi anak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari institusi pendidikan mana pun yang mengklaim foto tersebut berasal dari siswanya. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada klaim sepihak mengenai asal sekolah yang belum terbukti kebenarannya.







