Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Kisah Haru Elvani, Siswi SD di Mamasa yang Ikut Upacara Penurunan Bendera Seorang Diri 

Wamanews.id, 19 Agustus 2026 – Sebuah momen menyentuh hati mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Seorang murid Sekolah Dasar (SD) bernama Elvani Alfaura (11) menjadi perhatian publik setelah terekam kamera hadir dan mengikuti prosesi upacara penurunan bendera Merah Putih seorang diri tanpa didampingi teman-teman sebayanya.

Video yang memperlihatkan keteguhan serta semangat jiwa nasionalisme gadis kecil tersebut mendadak viral dan memicu rasa haru dari warganet di berbagai media sosial.

Peristiwa unik sekaligus mengharukan itu berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, pada Senin sore (17/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Elvani diketahui merupakan murid kelas V di SDN 001 Aralle.

Kapolsek Aralle, Iptu Nasruddin, yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) dalam prosesi penurunan bendera tersebut, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi oleh awak media.

“Betul, saat pelaksanaan upacara penurunan bendera kemarin sore, memang hanya ada satu anak sekolah dasar yang tampak berbaris dan hadir di lapangan,” kata Iptu Nasruddin saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (18/8/2026).

Iptu Nasruddin mengaku langsung menyadari keberadaan Elvani yang berdiri tegap sendirian di barisan peserta. Tergerak oleh rasa bangga dan apresiasi atas kedisiplinan murid tersebut, seusai upacara dibubarkan, Kapolsek langsung memanggil Elvani untuk naik ke atas mimbar utama.

“Saya tidak sempat menanyakan ke pihak panitia mengapa hanya ada satu murid SD yang datang. Karena terharu dengan semangatnya, begitu upacara selesai, anak itu langsung saya panggil untuk naik ke atas mimbar tempat saya berdiri guna diberikan apresiasi,” jelas Nasruddin.

Aksi simpatik Kapolsek tersebut memicu kepedulian dari peserta upacara lainnya. Dalam rekaman video yang beredar, tampak Elvani berdiri dengan senyum polos di atas mimbar beralas karpet merah. Satu per satu peserta upacara serta ASN yang mengenakan seragam Korpri menghampirinya dan memberikan hadiah berupa uang tunai sebagai bentuk dorongan semangat dan apresiasi atas jiwa nasionalismemya.

Seorang panitia dalam rekaman video tersebut terdengar menyampaikan kepujiannya. “Inilah salah satu siswa yang hadir dalam penurunan bendera dari SDN 001 Aralle. Kami penyelenggara memberikan apresiasi yang sangat besar kepada anak ini,” ucap pria dalam video tersebut.

Di tempat terpisah, pihak keluarga Elvani bernama Desi mengungkapkan bahwa Elvani merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Yelon Ramses dan Martitin. Keluarga mereka hidup dalam kesederhanaan di mana sang ayah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Desi menceritakan bahwa alasan utama mengapa teman-teman sekolah Elvani tidak dapat menghadiri upacara penurunan bendera adalah karena kendala jadwal yang bertepatan dengan kegiatan ibadah di gereja setempat.

“Sebenarnya anak-anak sudah diarahkan ke lapangan. Namun, jadwal pelaksanaan upacara penurunan bendera kemarin kebetulan bersamaan dengan jam jadwal ibadah di gereja, sehingga murid-murid lainnya pergi beribadah ke gereja,” papar Desi.

Pihak keluarga mengaku sangat terkejut sekaligus terharu ketika mendapati video keponakannya viral dan menuai banyak pujian dari masyarakat luas. Sang ibu bahkan kaget saat Elvani pulang ke rumah sambil membawa banyak hadiah dari para pejabat dan warga di lapangan.

“Keluarga kaget dan terharu sekali waktu videonya viral. Ibunya bahkan lebih kaget lagi pas Elvani pulang ke rumah membawa hadiah uang hasil apresiasi bapak-bapak petugas upacara. Kami sangat bangga dengan semangatnya,” pungkas Desi.

Penulis

Related Articles

Back to top button