Dari Hobi Jadi Komunitas, Sengkang Inline Skate Bangkit dan Satukan Anak Muda Wajo

Wamanews.id, 13 April – Di tengah geliat aktivitas anak muda di Kabupaten Wajo, komunitas Sengkang Inline Skate hadir sebagai ruang berkumpul bagi para pecinta sepatu roda yang ingin menyalurkan hobi sekaligus membangun kebersamaan.
Komunitas ini sebenarnya bukan pemain baru. Sengkang Inline Skate telah berdiri sejak tahun 2015. Namun, dalam perjalanannya, komunitas ini sempat mengalami masa vakum sebelum akhirnya kembali aktif dalam beberapa waktu terakhir.
Kebangkitan komunitas ini tidak lepas dari tingginya minat masyarakat, khususnya kalangan anak muda, terhadap olahraga roller skate. Berangkat dari kebiasaan bermain bersama dan berkeliling kota, para anggota kemudian berinisiatif membentuk komunitas sebagai wadah resmi.
Salah satu anggota, Faizal (22), mengungkapkan bahwa komunitas ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang bagi para pemula untuk belajar dan berkembang.
“Dulu banyak teman-teman yang merasa canggung atau malu untuk main sepatu roda. Tapi dengan adanya komunitas ini, mereka jadi punya tempat untuk belajar dan lebih percaya diri,” ujarnya.
Lebih dari sekadar hobi, komunitas ini juga membawa misi sosial, yakni mempererat tali silaturahmi. Tidak hanya antaranggota, tetapi juga dengan komunitas lain di luar Sengkang.
Saat ini, jumlah anggota aktif Sengkang Inline Skate berkisar 20 orang. Meski tidak terlalu besar, komunitas ini tetap aktif menjalankan kegiatan rutin yang menjadi momen penting untuk berkumpul.
Dalam sepekan, mereka memiliki dua agenda utama. Pertama, pada malam Kamis, yang biasanya diisi dengan kegiatan santai seperti berbagi pengalaman, latihan trik, hingga rolling atau berkeliling Kota Sengkang bersama.
Sementara itu, pada Minggu pagi, para anggota memanfaatkan momen car free day (CFD) untuk berkumpul di sekitar Lapangan Merdeka Sengkang. Selain berkeliling, mereka juga melakukan latihan slalom yang menjadi salah satu daya tarik olahraga sepatu roda.
Lapangan Merdeka dan pelataran masjid menjadi lokasi favorit yang kerap dijadikan titik kumpul komunitas ini. Suasana yang terbuka dan ramai membuat kegiatan mereka semakin hidup.
Meski terlihat solid, komunitas ini juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal komunikasi dan koordinasi. Kesibukan masing-masing anggota di luar komunitas kerap menjadi kendala untuk menyatukan waktu.
Namun demikian, semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama yang menjaga komunitas ini tetap berjalan.
Faizal berharap, ke depan Sengkang Inline Skate bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak orang, baik dari dalam maupun luar daerah.
Ia juga berharap komunitas ini bisa menjadi ruang yang semakin inklusif bagi siapa saja yang ingin belajar sepatu roda, tanpa rasa malu atau canggung.
“Semoga ke depan komunitas ini semakin besar, semakin solid, dan makin banyak teman-teman yang bisa diajak bergabung. Karena semakin ramai, semakin seru,” tutupnya.







