Pariwisata Sulsel Gemilang: Kunjungan 2025 Tembus 35 Juta, Wisatawan Mancanegara Naik Pesat

Wamanews.id, 12 Januari 2026 – Sektor pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan rapor hijau sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah kunjungan wisatawan ke “Bumi Lamaddukelleng” dan sekitarnya mengalami lonjakan yang sangat signifikan, membuktikan daya tarik Sulsel sebagai destinasi unggulan di Indonesia Timur semakin kokoh.
Hingga tutup tahun 2025, total kunjungan wisatawan tercatat mencapai 35.170.612 kunjungan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di angka 29.962.190 kunjungan. Kenaikan lebih dari 5 juta kunjungan ini menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi kreatif dan industri perhotelan di wilayah Sulsel.
Salah satu sorotan utama dalam laporan ini adalah kebangkitan segmen wisatawan mancanegara (wisman). Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Industri Pariwisata Disbudpar Sulsel, Andi Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa antusiasme turis asing untuk berkunjung ke Sulsel meningkat drastis.
Pada periode Januari hingga Oktober 2025 saja, jumlah wisman yang masuk tercatat sebanyak 14.490 kunjungan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 11.665 kunjungan, terdapat pertumbuhan sebesar 24,22 persen.
“Kalau dari jumlah wisatawan mancanegara, betul sekali kalau di tahun 2025 per data Oktober statistik itu jumlah kunjungan ada sebanyak 14.490 kunjungan. Atau meningkat sekitar 24,22 persen pada periode yang sama di tahun 2024,” ujar Andi Zulkarnaen dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Andi Zulkarnaen merinci bahwa kontribusi terbesar wisman masih berasal dari kawasan Asia Tenggara, dengan Malaysia sebagai negara asal turis terbanyak. Sementara itu, pasar Eropa juga menunjukkan performa yang solid dengan kontribusi sekitar 16,27 persen, yang didominasi oleh wisatawan asal Prancis dan Jerman.
Lonjakan drastis kunjungan ini dipengaruhi kuat oleh momentum libur panjang, terutama pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah daerah yang memiliki wisata alam dan budaya tetap menjadi magnet utama bagi para pelancong.
Beberapa daerah dengan tingkat kunjungan tertinggi antara lain:
- Kota Makassar: Sebagai ibu kota provinsi dan hub kawasan Indonesia Timur, Makassar tetap menjadi destinasi utama, terutama untuk wisata kuliner dan belanja.
- Kabupaten Gowa: Pesona dataran tinggi Malino tetap menjadi primadona bagi keluarga yang mencari udara sejuk.
- Kabupaten Maros: Kawasan Geopark Maros-Pangkep serta wisata air terjun Bantimurung terbukti sukses menarik minat wisatawan nusantara maupun asing.
- Kabupaten Bulukumba: Keindahan pasir putih Pantai Bira masih menjadi daya tarik tak tergantikan di sektor wisata bahari.
- Tana Toraja & Toraja Utara: Keunikan budaya dan keindahan alam pegunungan tetap menjadi ikon pariwisata Sulsel di mata dunia.
- Kabupaten Bone: Sektor wisata pesisir dan sejarah di Bone juga mulai menunjukkan tren peningkatan kunjungan yang positif.
Tidak hanya sukses di level daerah, Sulawesi Selatan juga memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) secara nasional. Hingga September 2025, pergerakan wisnus di tingkat nasional tumbuh 18,99 persen, dan Sulsel mencatatkan pertumbuhan internal sebesar 16,49 persen.
“Sulsel berkontribusi sebesar 3,52 persen terhadap pergerakan wisatawan nusantara secara nasional. Jadi Sulsel cukup berkontribusi sebagai provinsi tujuan wisata utama di Indonesia,” tambah Andi Zulkarnaen.
Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi dan pengembangan destinasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama stakeholder terkait mulai membuahkan hasil. Infrastruktur yang semakin baik dan konektivitas udara melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi kunci utama kelancaran arus wisatawan.
Melihat tren positif di tahun 2025, Disbudpar Sulsel optimistis bahwa performa pariwisata pada tahun 2026 akan semakin melesat. Berdasarkan analisis statistik year on year, Januari 2025 saja sudah mengalami kenaikan 14,92 persen dibanding Januari 2024.
Pemerintah memprediksi bahwa pada Januari 2026 ini akan ada kenaikan tambahan sekitar 1,1 persen, sehingga total peningkatan diproyeksikan mencapai 15,93 persen. Untuk bulan Desember 2025 yang baru saja berlalu, estimasi kenaikan pada masa libur Natal mencapai 1,5 persen.
“Kami berharap tren positif ini berlanjut di awal 2026, seiring semakin kuatnya posisi Sulsel sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia. Target kami adalah konsistensi peningkatan kunjungan di kisaran 15 persen,” tutup Andi Zulkarnaen.
Dengan capaian gemilang ini, Sulawesi Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai lokomotif pariwisata di bagian timur Indonesia, sekaligus memberikan dampak domino yang positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.







