Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Wajo Bebas Sampah! DLH Bentuk Satgas PUBER dan PCL di Seluruh Kelurahan

Wamanews.id, 8 April 2026 – Masalah tumpukan sampah di wilayah permukiman seringkali menjadi tantangan pelik bagi pembangunan daerah. Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo mengambil langkah progresif dengan menggagas pembentukan Satgas Sapu Bersih (Satgas PUBER) di setiap kelurahan. Program ini dirancang sebagai solusi cepat untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga melalui kolaborasi aktif lintas sektor.

Langkah strategis ini bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan upaya sistematis untuk memperkuat penanganan sampah berbasis wilayah. Dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan secara langsung, DLH Wajo berupaya menciptakan ekosistem lingkungan yang lebih sehat dan terorganisir di Bumi Lamaddukelleng.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya bertumpu pada armada angkutan dinas di tingkat kabupaten. Diperlukan unit reaksi cepat di tingkat bawah yang mampu memantau kondisi lingkungan setiap hari.

“Kami akan membentuk Satgas PUBER di setiap kelurahan. Rencananya, setiap kelurahan akan diperkuat oleh tiga personel Satgas PUBER. Tujuannya agar penanganan sampah di lapangan bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujar Andi Fakhrul Rijal saat ditemui pada Selasa (7/4/2026).

Eksistensi Satgas ini diharapkan mampu memangkas birokrasi penanganan sampah. Jika terdapat tumpukan sampah liar di lorong-lorong atau fasilitas umum, Satgas PUBER dapat langsung bertindak tanpa harus menunggu instruksi atau bantuan armada besar dari pusat kabupaten, kecuali untuk pengangkutan skala besar ke TPA.

Selain fokus pada pembersihan fisik, DLH Wajo juga menyadari bahwa kunci utama kelestarian lingkungan adalah perubahan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, DLH turut membentuk program Penggerak Cinta Lingkungan (PCL).

Berbeda dengan Satgas PUBER yang bersifat teknis, PCL mengusung konsep “Satu Kelurahan, Satu Penggerak”. Figur PCL yang terpilih nantinya akan bertugas sebagai:

  • Edukator: Memberikan pemahaman kepada warga mengenai pemilahan sampah dari rumah.
  • Motivator: Mendorong budaya bersih dan gotong royong di tingkat RT/RW.
  • Penghubung: Menjadi jembatan komunikasi antara aspirasi warga dan pemerintah terkait persoalan lingkungan.

“PCL diharapkan menjadi motor perubahan perilaku masyarakat. Bukan hanya soal buang sampah pada tempatnya, tapi juga mengenai penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup di tingkat komunitas terkecil,” tambah Kadis DLH.

Struktur Baru Penanganan Kebersihan Kelurahan di Wajo

Posisi/SatgasJumlah per KelurahanFokus Utama
Satgas PUBER3 PersonelAksi pembersihan fisik dan penanganan tumpukan sampah.
Penggerak Cinta Lingkungan (PCL)1 PersonelEdukasi masyarakat dan sosialisasi budaya bersih.
Pemerintah KelurahanSeluruh PerangkatPengawasan dan fasilitasi sarana kebersihan lokal.

Andi Fakhrul Rijal menekankan bahwa keberhasilan program Satgas PUBER dan PCL sangat bergantung pada dukungan para camat, lurah, hingga kepala desa. Menurutnya, masalah lingkungan adalah tanggung jawab kolektif yang menuntut kepedulian dari semua jenjang pemerintahan.

“Masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga desa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, dalam waktu dekat DLH Wajo berencana memanggil seluruh Camat se-Kabupaten Wajo untuk melakukan koordinasi khusus. Pertemuan ini akan membahas dampak lingkungan di masing-masing wilayah secara spesifik, mulai dari manajemen pengelolaan limbah hingga strategi pencegahan kerusakan lingkungan di area permukiman maupun industri.

Langkah terpadu ini diharapkan tidak hanya menciptakan kota yang bersih secara visual, tetapi juga membangun kesadaran ekologis yang mendalam bagi seluruh masyarakat Wajo.

Penulis

Related Articles

Back to top button