Jalan Impa-impa–Anabanua Segera Rampung, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Wamanews.id, 14 Januari 2026 – Kabar gembira datang bagi masyarakat Kabupaten Wajo, khususnya mereka yang sering melintasi rute strategis Impa-impa menuju Anabanua. Progres pengerjaan preservasi jalan yang masuk dalam Paket IV melalui skema Multi Years Contract (MYC) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga karena kondisinya yang rusak parah, kini mulai bertransformasi menjadi jalur mulus yang menunjang aktivitas ekonomi.
Pengerjaan ruas jalan Impa-impa–Anabanua ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam membenahi infrastruktur jalan provinsi yang berstatus strategis. Dengan rampungnya pengerjaan ini kelak, konektivitas antarwilayah di Sulsel diharapkan semakin lancar.
Perlu diketahui, proyek pengerjaan jalan ini bukan proyek biasa. Paket IV preservasi jalan ini memiliki nilai kontrak yang sangat fantastis, yakni mencapai sekitar Rp615,6 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk menangani total panjang jalan hingga 286,80 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan provinsi.
Wilayah penanganannya pun cukup luas, meliputi Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, hingga Bone. Seluruh ruas yang masuk dalam paket ini merupakan jalur-jalur vital yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas logistik dan orang di daratan Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Wajo sendiri, fokus utama saat ini tertuju pada ruas Impa-impa–Anabanua yang memiliki panjang penanganan mencapai 16,9 kilometer.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara aktif terus memantau dan memberikan pembaruan (update) terkait progres pengerjaan jalan ini kepada publik. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong agar pengerjaan berjalan sesuai jadwal tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.
Namun, di tengah pengerjaan yang masif tersebut, Gubernur Andi Sudirman juga menyadari adanya hambatan bagi pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung. Oleh karena itu, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan lalu lintas yang timbul di sekitar lokasi proyek.
“Kami mohon maaf atas terganggunya arus lalu lintas dan berharap masyarakat dapat bersabar serta mendoakan agar pengerjaan jalan ini berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” ujar Andi Sudirman saat memberikan keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan bahwa kesabaran masyarakat saat ini akan terbayar dengan kualitas jalan yang jauh lebih baik dan tahan lama, mengingat pengerjaan ini dilakukan dengan standar preservasi yang ketat agar tidak mudah rusak di masa mendatang.
Manfaat dari perbaikan jalan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Dampak nyatanya sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, meskipun pengerjaan belum sepenuhnya rampung 100 persen. Salah satu warga Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, Hasni M, memberikan testimoni mengenai perubahan drastis kondisi jalan tersebut.
Hasni mengenang betapa sulitnya melintasi ruas Impa-impa–Anabanua sebelum adanya intervensi dari Pemprov Sulsel. Menurutnya, jalan tersebut dulunya merupakan momok menakutkan bagi pengendara, terutama saat musim hujan tiba.
“Dulu jalannya penuh lubang dan kalau musim hujan jadi kubangan air. Transportasi kurang lancar karena jalan rusak. Banyak pengendara yang harus ekstra hati-hati, bahkan tak jarang ada yang mengalami kendala kendaraan,” kenang Hasni.
Namun kini, wajah jalan tersebut telah berubah. Hasni mengaku waktu tempuh perjalanannya menjadi jauh lebih singkat dan efisien. “Sekarang sudah mulai lancar, waktu tempuh perjalanan jadi lebih cepat karena ada peningkatan jalan. Aktivitas masyarakat mulai lancar, mau ke pasar dan berangkat kerja juga jadi mudah,” tambahnya dengan wajah sumringah.
Ruas Impa-impa–Anabanua dikenal sebagai urat nadi poros provinsi di Kabupaten Wajo. Jalur ini merupakan jalur distribusi logistik utama yang menghubungkan pusat-pusat produksi pertanian di Wajo dengan daerah lain di sekitarnya. Dengan kondisi jalan yang mulus, biaya logistik diharapkan dapat ditekan dan harga komoditas menjadi lebih stabil.
Selain itu, kelancaran akses jalan ini juga mendukung sektor perdagangan di pasar-pasar lokal. Mobilitas warga yang bekerja di sektor jasa maupun pemerintahan juga semakin terbantu, yang secara akumulatif akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo dan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap, dengan dukungan doa dan kesabaran masyarakat, seluruh rangkaian Paket IV MYC ini dapat segera tuntas sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Sulawesi Selatan.







