Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Duka di Penghujung Tahun: Belum Pulih Banjir November, Aceh dan Sumbar Kembali Diterjang Gelombang Kedua

Wamanews.id, 25 Desember 2025 – Kabar duka kembali menyelimuti wilayah Sumatera di penghujung tahun 2025. Belum genap satu bulan masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) berjuang untuk bangkit dari terjangan banjir besar pada 26 November lalu, kini gelombang kedua bencana hidrometeorologi tersebut kembali datang menerjang.

Kondisi ini memperparah penderitaan warga yang sebagian besar masih berada di posko pengungsian atau tengah berusaha membersihkan sisa-sisa lumpur dari rumah mereka. Banjir susulan yang terjadi tepat pada Kamis, 25 Desember 2025, dilaporkan jauh lebih ganas dan bahkan memakan korban jiwa di wilayah Aceh.

Salah satu wilayah yang terdampak paling parah dalam gelombang kedua ini adalah Samagadeng, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Sebuah kisah memilukan viral di media sosial yang menggambarkan betapa tragisnya musibah kali ini. Seorang warga bernama Abi dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang sangat deras.

Kisah Abi menjadi sorotan karena ia diketahui berhasil selamat dari banjir besar yang melanda pada 26 November 2025. Namun, takdir berkata lain saat banjir susulan menerjang sebulan kemudian.

“Selamat dari Banjir Aceh Sumatera, 26 November 2025. Meninggal di banjir susulan 25 Desember 2025. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah terjadi musibah di Samagadeng, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen,” tulis salah satu akun informasi regional Aceh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abi saat itu tengah dalam perjalanan pulang menuju Panton Bili dengan mengendarai sepeda motor. Nahas, saat tiba di simpang Panton Bili–Samagadeng, arus air yang meluap dari sungai setempat menghantam jalan dengan kekuatan luar biasa. Abi beserta kendaraannya terseret arus dan tidak mampu menyelamatkan diri.

Tidak hanya di Aceh, duka mendalam juga dirasakan oleh warga di kawasan Maninjau, Sumatera Barat. Banjir gelombang kedua di wilayah ini muncul dalam bentuk banjir bandang yang membawa material mematikan. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kengerian saat air berwarna cokelat pekat meluncur deras menembus pemukiman warga.

Banjir kali ini tidak hanya membawa lumpur, tetapi juga disertai dengan bebatuan berukuran besar yang hanyut dari lereng perbukitan. Dalam salah satu cuplikan video, terlihat suasana mencekam saat warga dan sejumlah anggota TNI berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat ke atas atap rumah guna menghindari terjangan air dan batu.

“Banjir bandang 25 Desember 2025 di Maninjau, Sumatera Barat,” tulis akun @zakiberkata yang mengunggah situasi terkini di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih berupaya melakukan evakuasi di titik-titik terisolasi.

Kehadiran banjir gelombang kedua ini menjadi tamparan keras bagi upaya pemulihan pascabencana yang sedang berjalan. Banyak infrastruktur jalan dan jembatan yang baru saja diperbaiki darurat kini kembali terputus. Hal ini mempersulit penyaluran bantuan logistik bagi warga yang terisolasi.

Pemerintah daerah diharapkan segera menetapkan status tanggap darurat lanjutan mengingat intensitas hujan yang diprediksi masih tinggi hingga pergantian tahun. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk memberikan penanganan medis dan psikososial bagi para korban yang mengalami trauma ganda akibat bencana yang datang bertubi-tubi.

Penulis

Related Articles

Back to top button