Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Membangun SDM Unggul Dan Inklusif: Wajo Mendukung Penuh Program Ketenagakerjaan Disabilitas BBPVP Makassar

Wamanews.id, 26 Juli 2025 – Langkah maju dalam mewujudkan kesempatan kerja yang adil dan merata bagi seluruh warga negara kembali ditunjukkan. Pemerintah Kabupaten Wajo, melalui kehadiran Bupati H. Andi Rosman dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo, H. Karjono, memberikan dukungan penuh pada peluncuran Fasilitas Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas serta Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Angkatan V di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar pada Jumat, 25 Juli 2025.

Acara ini menandai sebuah inisiatif strategis yang bertujuan ganda: pertama, membuka pintu seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses pekerjaan yang layak; dan kedua, meningkatkan kapabilitas dan daya saing tenaga kerja secara umum melalui pelatihan yang relevan dengan dinamika pasar industri. Ini adalah bagian integral dari komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di semua lini.

Sebagai penguatan kolaborasi, momen penting ini juga diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BBPVP Makassar dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah lainnya, institusi perguruan tinggi, serta asosiasi dari dunia usaha dan industri (DUDI). Kemitraan multi-sektor ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, adaptif, dan responsif terhadap perubahan.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Wajo, H. Andi Rosman, secara gamblang menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program ini. Beliau menyatakan bahwa Kabupaten Wajo menyambut dengan tangan terbuka hadirnya fasilitas penempatan tenaga kerja disabilitas ini.

“Pemerintah Kabupaten Wajo menyambut baik hadirnya fasilitas ini. Ini selaras dengan komitmen kami dalam menciptakan akses kerja yang merata, terutama bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegas H. Andi Rosman. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari kebijakan daerah yang berpihak pada kesetaraan dan inklusivitas.

Fasilitas yang baru diluncurkan ini memiliki misi utama untuk memberikan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas, serta mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik rekrutmen yang lebih inklusif. Beberapa strategi yang diusung meliputi:

  • Konsultasi aktif dengan dinas ketenagakerjaan setempat: Untuk memberikan bimbingan dan dukungan teknis kepada perusahaan dalam proses rekrutmen yang inklusif.
  • Penyebaran informasi lowongan secara daring: Memanfaatkan teknologi untuk memastikan informasi pekerjaan dapat diakses luas oleh penyandang disabilitas.
  • Jalinan kolaborasi erat dengan organisasi penyandang disabilitas: Membangun jaringan kuat untuk memfasilitasi pertemuan antara talenta disabilitas dengan peluang kerja yang sesuai.

Sejalan dengan peluncuran fasilitas penempatan kerja, BBPVP Makassar juga memulai Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Angkatan V. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja agar memiliki kompetensi yang relevan dan dibutuhkan oleh industri saat ini. PBK ini diselenggarakan dengan landasan prinsip-prinsip pedagogi modern:

  • Mengacu pada standar kompetensi kerja: Setiap modul pelatihan dirancang untuk memenuhi standar kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional, memastikan lulusan siap kerja.
  • Pengakuan terhadap kompetensi awal peserta: Proses pelatihan mempertimbangkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki peserta, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.
  • Proses pembelajaran yang individual dan berorientasi pada peserta: Metodologi pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan individu, memaksimalkan potensi setiap peserta pelatihan.

Di akhir acara, Bupati Wajo H. Andi Rosman menyampaikan harapannya agar inisiatif dan kerja sama positif seperti ini dapat terus diperluas jangkauannya. “Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia. 

Mari bersama membangun SDM Wajo yang unggul, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Bupati, menandaskan bahwa pembangunan kualitas SDM adalah kunci kemajuan daerah dan bangsa. Komitmen ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi daerah-daerah lain untuk juga memperkuat program ketenagakerjaan yang inklusif.

Penulis

Related Articles

Back to top button