Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

Studi Ungkap 96% Pengguna Eyelash Extension Terinfestasi Tungau Mikroskopis

Wamanews.id, 17 Oktober 2026 – Penggunaan eyelash extension atau sambung bulu mata yang kini jadi tren kecantikan ternyata menyimpan risiko kesehatan mata yang tak main-main. Sebuah studi terbaru mengungkap 96% penggunanya terdeteksi memiliki tungau mikroskopis.

Temuan tersebut dipresentasikan dalam Kongres ke-44 European Society of Cataract and Refractive Surgeons (ESCRS) di London, September 2026 lalu. Penelitian dilakukan oleh Dr. Tetiana Zhmud dari National Pirogov Memorial Medical University, Vinnytsia, Ukraina.

Dalam studinya, tim peneliti menyurvei 345 perempuan berusia 16 hingga 28 tahun. Sebanyak 24,9% atau 86 orang diantaranya pernah menggunakan eyelash extension, dan 58% diantaranya rutin melakukan pemasangan setiap 3-4 minggu sekali.

Hasil survei awal juga menunjukkan 47,6% pengguna mengeluhkan rasa tidak nyaman, kemerahan, berair, atau gatal setelah prosedur dilakukan. Pada pemeriksaan meibografi, 85% perempuan yang sudah melakukan extension lebih dari 10 kali menunjukkan gangguan pada kelenjar meibom.

Peneliti kemudian melanjutkan ke tahap pemeriksaan mikroskopis terhadap 25 pengguna aktif eyelash extension. Dari setiap kelopak mata, diambil 4 helai bulu mata dan diperiksa menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 100x hingga 400x.

Hasilnya mengejutkan, tungau Demodex folliculorum ditemukan pada 24 dari 25 sampel, atau setara dengan 96%. Bahkan tungau juga terdeteksi berada di dalam lem perekat yang digunakan untuk menempelkan extension.

Demodex folliculorum sendiri adalah tungau mikroskopis yang secara alami hidup di folikel rambut dan kelenjar minyak wajah manusia. Populasinya akan meningkat ketika kebersihan tidak terjaga akibat sisa makeup, minyak, dan sel kulit mati.

Jika populasinya berlebihan, kondisi ini bisa memicu demodicosis dengan gejala gatal, iritasi, kemerahan, bengkak, bulu mata saling menempel, hingga munculnya sisik atau ketombe silindris di pangkal bulu mata. Dari 25 partisipan, 18 orang menunjukkan gejala klinis tersebut.

Namun peneliti menegaskan temuan ini bukan untuk melarang total penggunaan eyelash extension. Dr. Zhmud menekankan pentingnya kebersihan kelopak mata yang benar dan rutin sebagai kunci pencegahan.

Ia merekomendasikan pembersihan dua kali sehari menggunakan gel pembersih kelopak mata yang bebas pengawet dan hipoalergenik serta sikat khusus bulu mata. Jika gejala iritasi tak kunjung membaik, segera konsultasikan ke tenaga profesional mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis

Related Articles

Back to top button