Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Pemerintah Bagikan Rekening Bank Gratis Saldo Rp50.000 untuk 25,1 Juta Warga

Wamanews.id, 15 Oktober 2026 – Kabar baik bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Pemerintah akan meluncurkan program inklusi keuangan nasional pada November 2026 dengan memfasilitasi pembukaan rekening gratis yang sudah terisi saldo awal sebesar Rp50.000.

Program strategis ini disiapkan sebagai upaya untuk membuka akses seluas-luasnya terhadap layanan perbankan formal. Pemerintah menyasar jutaan warga di daerah terpencil yang selama ini masih berada di luar jangkauan bank.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa pada tahap perdana, program akan difokuskan pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Sebanyak 25,1 juta penduduk yang masuk kategori desil 1 sampai desil 4 menjadi target utama.

Desil 1 hingga 4 merupakan klasifikasi kesejahteraan yang selama ini menjadi acuan pemerintah dalam menyalurkan berbagai program perlindungan sosial bagi rumah tangga miskin dan rentan.

Ferry menjelaskan, syarat utama untuk menjadi penerima manfaat adalah Warga Negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun ke atas. Ketentuan ini merujuk pada kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai dokumen wajib dalam pembukaan rekening perbankan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Indonesia International Islamic Financial Forum (ISEF) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Ia menegaskan pemerintah tengah mengebut penyelesaian regulasi teknis agar implementasi berjalan lancar.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menambahkan bahwa program ini juga akan menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional.

Salah satu bank yang akan digandeng sebagai eksekutor utama adalah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).Menurut Dradjad, pelibatan BSI diharapkan dapat mempersempit kesenjangan yang terjadi antara literasi dan inklusi keuangan syariah.

Selama ini, pemahaman masyarakat terhadap produk syariah cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih rendah.Lebih jauh, program rekening gratis ini tidak hanya sekadar bagi-bagi saldo.

Ke depan, rekening tersebut akan dijadikan sebagai infrastruktur utama penyaluran bantuan sosial (bansos) dan berbagai stimulus ekonomi dari pemerintah secara langsung dan lebih akurat.

Untuk pembiayaan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya telah memastikan anggaran program berasal dari APBN. Dana akan digelontorkan secara bertahap untuk menjamin keberlanjutan program dan mendorong masyarakat gemar menabung di lembaga keuangan resmi.

Penulis

Related Articles

Back to top button