Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Budaya

Tradisi Maccera’ Bola : Harapan Di Balik Rumah Baru

Wamanews.id 9 Oktober 2026 – Kalau biasanya rumah identik dengan tempat pulang dan beristirahat, masyarakat Bugis memiliki tradisi yang menyimpan harapan agar rumah menjadi tempat yang membawa kebahagiaan, keselamatan, dan keberkahan, baik saat ini maupun di masa mendatang. Tradisi tersebut dikenal dengan nama Maccera’ Bola, sebuah ritual adat yang menyimpan cerita tentang kepercayaan, harapan, dan warisan leluhur yang menarik untuk dikenali lebih jauh.

Maccera’ Bola merupakan salah satu tradisi masyarakat suku Bugis yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipraktikkan hingga saat ini. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya menjaga serta memohon perlindungan dari hal-hal buruk. Dalam kepercayaan tradisi bugis, pelaksanaan ritual ini diyakini dapat menjauhkan penghuni rumah dari bahaya serta mendatangkan keselamatan dan keberuntungan.

Secara etimologis, Maccera’ Bola berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis, yaitu Maccera’ dan Bola. Kata Maccera’ berkaitan dengan kegiatan menyembelih hewan dan menggunakan darahnya dalam suatu ritual, sedangkan Bola berarti rumah. Dengan demikian, Maccera’ Bola dapat dipahami sebagai ritual adat yang berkaitan dengan rumah dan pelaksanaan persembahan sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat Bugis.

Dalam pelaksanaan tradisi Maccera Bola, tradisi ini melibatkan penyembelihan sepasang ayam (silebine manu). Selain itu, sejumlah hidangan dan perlengkapan adat turut disiapkan, seperti sokko tujuh warna, lappe-lappe, bokong atau ketupat, pisang raja, serta nasu likku yang disusun rapih di atas baki.

Hidangan tersebut kemudian melalui proses yang disebut mabaca-baca, yaitu pembacaan doa pada hidangan tersebut sebagai bagian dari ritual adat. Seluruh rangkaian ini dilaksanakan berdasarkan kebiasaan dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Melalui pelaksanaan Maccera’ Bola, masyarakat mengungkapkan rasa syukur sekaligus memanjatkan doa kepada Tuhan agar rumah dan penghuninya senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, serta memperoleh keberkahan. Tradisi ini juga menjadi bagian dari warisan budaya Bugis yang mencerminkan hubungan antara adat, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat.

Dalam menjaga keberlangsungan tradisi Maccera’ Bola agar tetap dikenal oleh masyarakat luas. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengenal sejarah, makna, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya melalui orang tua, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Dengan memahami latar belakang tradisi ini, generasi muda dapat mengenali identitas budaya Bugis sekaligus menghargai warisan leluhur.

Pelestarian Maccera’ Bola di era saat ini dapat dilakukan melalui perkembangan teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Maccera’ Bola kepada khalayak yang lebih luas. Generasi muda dapat mendokumentasikan cerita dari tokoh adat, membuat tulisan, foto, atau video edukatif, serta membagikannya melalui media sosial.

Upaya ini dapat membantu memperkenalkan tradisi lokal kepada generasi berikutnya sekaligus menjaga pengetahuan tentang adat agar tidak terlupakan. Selain itu pelestarian tradisi ini juga dapat dilakukan melalui lingkungan pendidikan dan kebudayaan, seperti diskusi adat, kegiatan komunitas, serta pengenalan tradisi lokal di sekolah.

Generasi muda dapat bekerja sama dengan masyarakat dan menghormati pandangan para pemangku adat agar informasi yang disampaikan tetap sesuai dengan nilai-nilai dan praktik budaya setempat.

Melestarikan Maccera’ Bola bukan sekadar mempertahankan sebuah ritual, Namun juga menjaga pengetahuan, nilai kebersamaan, dan identitas budaya yang diwariskan oleh leluhur. Dengan terlibatnya generasi muda, tradisi ini diharapkan tetap dikenal, dipahami, dan dihargai di tengah perkembangan zaman.

penulis: Masdiana

Penulis

Related Articles

Back to top button