Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

MBG Prasmanan Mulai Terlaksana: BGN Klaim MBG Prasmanan Lebih Fresh, Hangat, dan Minim Sisa Makanan

Wamanews.id, 7 Oktober 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema prasmanan. Konsep baru ini diklaim lebih efektif menjaga kualitas makanan dan mengurangi sisa makanan yang terbuang.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, dengan sistem prasmanan, siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan. Jika masih ada sisa, siswa lain yang ingin menambah masih bisa mengambilnya.

“Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi lebih fresh, kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa bisa nambah. Waste-nya lebih sedikit karena prasmanan,” ujar Sudaryono dalam siaran pers, Selasa (6/10/2026).

Uji coba MBG Prasmanan tersebut telah dimulai sejak 5 Oktober 2026. Piloting dilakukan di 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Dalam skema ini, makanan yang dimasak di dapur SPPG tidak lagi dikemas dalam kotak, melainkan langsung dibawa ke sekolah dalam kondisi hangat dan disajikan di dalam kelas.

“Di tanggal 5 ini kami sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas,” kata Sudaryono.

Model ini, menurut Sudaryono, merupakan adaptasi dari sistem central kitchen yang diterapkan di Jepang. BGN ingin memastikan makanan sampai ke siswa dalam kondisi terbaik.

“Kami harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu. Sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan,” jelasnya.

Selain soal rasa, skema prasmanan juga dinilai mampu menekan risiko kerusakan makanan akibat jeda distribusi yang terlalu lama, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah turut dilibatkan untuk memastikan proses penyajian berjalan sesuai standar kebersihan dan ketertiban.

Sudaryono mengakui, sistem prasmanan membutuhkan kesiapan dan adaptasi dari semua pihak, baik pengelola dapur maupun sekolah.

“Prasmanan ini memang kalau sudah terbiasa akan bagus, sama seperti di negara lain. Cuma perlu ada training yang cukup,” ujarnya.BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil piloting di 60 titik tersebut untuk menentukan kelanjutan penerapan MBG Prasmanan secara nasional.

Penulis

Related Articles

Back to top button