Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Internasional

Kilang Minyak Bukan Target! IRGC Bidik Aset AS-Israel Usai Serangan Drone di Aramco dan Siprus 

Wamanews.id, 3 Maret 2026 – Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah serangkaian serangan pesawat tak berawal (drone) menghantam dua lokasi strategis pada Senin (2/3/2026). Fasilitas pengolahan minyak milik Saudi Aramco di Ras Tanura dan pangkalan udara Inggris, RAF Akrotiri di Siprus, menjadi sasaran dalam waktu yang hampir bersamaan.

Menanggapi situasi yang kian fluktuatif, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memberikan pernyataan tegas mengenai arah bidikan militer mereka. Melalui sumber militer yang dikutip oleh kantor berita Tasnim, Teheran menegaskan bahwa fasilitas minyak di negara-negara regional bukanlah target operasi mereka.

Pernyataan IRGC ini seolah menjadi “garis batas” di tengah kekhawatiran global akan lumpuhnya pasokan energi dunia. Iran menyatakan bahwa fokus utama serangan mereka adalah aset-aset militer dan kepentingan Amerika Serikat (AS) serta Israel yang tersebar di wilayah tersebut.

“Semua kepentingan Amerika dan Israel di bagian mana pun di wilayah tersebut termasuk di antara target sah Iran dan semuanya akan diserang,” tegas sumber militer tersebut. Penegasan ini muncul sesaat setelah fasilitas Ras Tanura milik Saudi Aramco melaporkan adanya kebakaran akibat dampak drone. Ras Tanura sendiri merupakan nadi utama ekspor minyak mentah Arab Saudi yang terletak di pesisir Teluk Persia.

Berita yang tak kalah mengejutkan datang dari Laut Mediterania. Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrotiri, Siprus, menjadi sasaran serangan drone langsung untuk pertama kalinya dalam empat dekade terakhir.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa sebuah drone tipe Shahed yang sering dikaitkan dengan produksi Iran menghantam fasilitas tersebut sesaat setelah tengah malam. Meskipun menyebabkan kerusakan terbatas dan tidak ada korban jiwa, insiden ini menandai eskalasi serius karena melibatkan wilayah kedaulatan Inggris yang selama ini relatif aman dari jangkauan konflik langsung.

Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, segera bereaksi dengan menyatakan seluruh layanan republik dalam keadaan siaga penuh. “Saya ingin memperjelas: Negara kita tidak berpartisipasi dengan cara apa pun dan tidak bermaksud untuk menjadi bagian dari operasi militer apa pun,” tandas Nikos guna meredam spekulasi keterlibatan Siprus dalam konflik tersebut.

Serangan terhadap pangkalan di Siprus ini diyakini bukan tanpa alasan. RAF Akrotiri telah lama berfungsi sebagai pusat intelijen dan operasi garis depan bagi misi Inggris dan sekutunya di Timur Tengah.

Berikut adalah beberapa faktor yang memperkuat dugaan mengapa lokasi ini menjadi target strategis:

Faktor KunciDeskripsi
Penerbangan IntelijenSejak Agustus 2025, pesawat Shadow R1 dari Akrotiri dilaporkan melakukan misi pengintaian di atas Gaza dan berbagi data dengan Israel.
Kerja Sama TrilateralPada Desember 2025, Israel, Yunani, dan Siprus menandatangani rencana kerja sama militer untuk tahun 2026, termasuk pembentukan pasukan respons cepat.
Dukungan OperasionalPerdana Menteri Inggris, Keir Starmer, baru saja menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan Inggris guna operasi terhadap fasilitas rudal Iran.

Situasi ini merupakan buntut dari agresi terkoordinasi yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang proyektil ke berbagai arah. Investigasi mengenai sumber pasti peluncuran drone ke Siprus dan Ras Tanura masih terus berlangsung, namun pola serangan menunjukkan penggunaan teknologi yang identik dengan armada udara Iran.

Warga di sekitar pangkalan Akrotiri sempat diminta untuk berlindung di tempat setelah ledakan terjadi. Personel yang dianggap tidak penting telah dievakuasi, meskipun operasional intelijen dilaporkan masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat.

Dunia kini menanti bagaimana respons balasan dari blok Barat. Dengan keterlibatan langsung pangkalan Inggris, diplomasi internasional diprediksi akan semakin sulit menemui jalan tengah, sementara pasar energi global tetap waspada meskipun Iran menyatakan kilang minyak bukanlah target utama mereka.

Penulis

Related Articles

Back to top button