Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Kakak Beradik Titipkan Ibu ke Panti Jompo, Minta Jika Meninggal Tak Perlu Dikabari 

Wamanews.id, 17 Juli 2025 – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video yang menyayat hati, memicu gelombang kemarahan dan keprihatinan luas dari warganet. Video tersebut memperlihatkan momen pilu seorang lansia bernama Mbah Nasikah (74), yang dititipkan ke panti jompo oleh dua anak kandungnya, berinisial SR dan F.

Yang membuat publik geram, unggahan dari akun X (Twitter) @RelieveNews yang viral sejak Selasa (15/7/2025) itu tidak hanya memperlihatkan proses penyerahan Mbah Nasikah, tetapi juga mengungkapkan sebuah permintaan mengejutkan dari sang kakak beradik. Mereka disebut meminta agar pihak panti tidak perlu menghubungi mereka jika sang ibu meninggal dunia kelak.

“Kakak beradik serahkan ibunya ke panti jompo, minta tak dikabari jika meninggal,” tulis akun @RelieveNews dalam caption postingan yang kini telah ditonton lebih dari 300 ribu kali dalam waktu kurang dari 24 jam.

Dalam video yang dibagikan, terlihat Mbah Nasikah duduk di antara petugas panti dan anggota keluarganya dengan ekspresi wajah yang jelas menunjukkan kepasrahan. Raut wajahnya memancarkan kesedihan dan kebingungan atas situasi yang harus ia hadapi di usia senjanya.

Kontras dengan kondisi sang ibu, dua perempuan berhijab yang diduga adalah anak-anaknya (SR dan F), tampak santai berbincang dengan senyum di wajah mereka. Raut wajah ini, menurut banyak warganet, sama sekali tidak mencerminkan beratnya keputusan emosional yang baru saja mereka ambil untuk menitipkan ibu kandung mereka ke panti jompo. Perbedaan ekspresi ini lah yang semakin memicu kemarahan publik.

Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra, mengungkapkan bahwa awalnya pihak panti sempat memberikan peringatan keras kepada SR dan F. Hal ini karena Griya Lansia dikhususkan bagi lansia terlantar yang memang tidak memiliki keluarga atau kerabat untuk merawat mereka. Syarat masuk ke panti sengaja dibuat sulit dan berat agar setiap keluarga yang berniat menitipkan orang tuanya dapat berpikir ulang secara matang.

Namun, SR dan F tetap bersikeras dengan keputusan mereka. Keduanya beralasan bahwa sang ibu, yang menderita stroke, seringkali merangkak ke jalan karena tidak ada yang merawat di rumah saat mereka berdua sedang bekerja. 

Alasan ini, meskipun disampaikan sebagai bentuk kekhawatiran, tetap saja tidak bisa diterima oleh banyak pihak, terutama setelah terungkapnya permintaan mereka untuk tidak dikabari jika sang ibu meninggal.

Gelombang reaksi negatif dan hujatan dari warganet yang tak terbendung akhirnya memaksa SR dan F untuk bertindak. Setelah video penyerahan Mbah Nasikah ke panti jompo tersebut viral dan menuai kecaman luas, sang kakak beradik ini akhirnya menjemput kembali ibunya.

Dalam sebuah klarifikasi yang kemudian diunggah di kanal YouTube Ipda Purnomo, SR dan F menyampaikan penyesalan mereka atas insiden tersebut. Keduanya menegaskan bahwa niat awal mereka adalah demi keselamatan dan perawatan yang lebih baik bagi Mbah Nasikah yang sakit stroke. Mereka mengaku tidak berniat menelantarkan ibunya, melainkan mencari solusi terbaik dalam keterbatasan waktu mereka.

Kini, Mbah Nasikah telah kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya tanggung jawab anak terhadap orang tua, empati, dan bagaimana kekuatan media sosial dapat menjadi pengawas sosial yang efektif dalam menyuarakan keadilan dan kemanusiaan. Semoga Mbah Nasikah mendapatkan perawatan terbaik di tengah keluarganya.

Penulis

Related Articles

Back to top button