Heboh Video Prabowo-Megawati Mau Makzulkan Gibran, Ternyata Hanya Editan!

Wamanews.id, 6 Mei 2025 – Dunia maya baru-baru ini diramaikan dengan video yang menampilkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri duduk bersama di sebuah ruangan dengan tulisan mencolok “Sidang Paripurna Pemakzulan GIBRAN 4-5-2025”. Video itu menyebar luas di media sosial, memicu kehebohan dan berbagai spekulasi.
Tak sedikit warganet yang menanyakan keabsahan video tersebut, bahkan beberapa akun mempertanyakan langkah tegas Prabowo terkait posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Salah satu unggahan menyindir:
“Rakyat Indonesia menunggu kejelasannya…! Jangan hanya omon² seperti yg sudah².”
Namun setelah dilakukan penelusuran oleh ANTARA, terungkap bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital. Video asli merupakan dokumentasi acara Hari Ulang Tahun ke-77 TNI yang berlangsung pada 5 Oktober 2022 di Jakarta. Dalam video asli yang dipublikasikan KOMPASTV, tampak Megawati dan Prabowo berbincang ringan tanpa ada suasana formal seperti sidang.
Sang pembuat hoaks memalsukan latar belakang video dengan tulisan provokatif, sehingga menciptakan kesan adanya sidang pemakzulan terhadap Gibran. Fakta ini dengan cepat dibantah berbagai pihak, termasuk pengamat hukum tata negara.
Menurut konstitusi, tepatnya Pasal 7A UUD 1945, wakil presiden hanya bisa diberhentikan melalui prosedur hukum yang ketat. Proses itu dimulai dari usulan DPR, disidangkan di MK, dan hanya dilakukan jika terbukti melakukan pelanggaran berat seperti korupsi atau pengkhianatan.
Artinya, tidak mungkin Prabowo dan Megawati secara sepihak memakzulkan Gibran, apalagi hanya dengan berbincang di sebuah forum informal. Mekanisme pemakzulan sudah diatur jelas dan ketat dalam hukum negara.
Konten hoaks semacam ini patut diwaspadai karena bisa memicu ketegangan politik dan menyesatkan opini publik. Pemerintah dan lembaga penegak hukum diharapkan semakin tegas terhadap penyebar informasi palsu, terutama di tahun politik seperti saat ini.
Warganet pun diimbau untuk tidak mudah percaya dengan video editan yang viral, dan selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi lebih lanjut.







