Drama Kabin Super Air Jet: Delay 5 Jam Tanpa Kepastian, Begini Klarifikasi Maskapai

Wamanews.id, 14 Februari 2026 – Dunia penerbangan kembali menjadi sorotan setelah sebuah video pendek yang memperlihatkan ketegangan antara penumpang dan awak kabin maskapai Super Air Jet viral di jagat maya. Insiden yang melibatkan ratusan penumpang ini dipicu oleh keterlambatan keberangkatan (delay) yang mencapai lima jam tanpa informasi yang dianggap memadai oleh para pengguna jasa.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @Laura tersebut memperlihatkan suasana panas di dalam kabin pesawat yang sudah terisi penuh. Para penumpang yang tampak gerah dan frustrasi mulai melayangkan protes keras kepada kru pesawat yang bertugas.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian netizen adalah luapan emosi seorang penumpang wanita. Ia tampak berdiri di lorong pesawat dan menuntut penjelasan konkret dari awak kabin terkait nasib penerbangan mereka.
“Kalau Mas mondar-mandir, ini orang ratusan orang di sini, maksudnya kasih info, bisa atau enggak pergi. Kalau memang enggak bisa, ngomong, kasih kita pesawat yang lain. Lima jam, saya mau ngadain birthday party anak saya,” ujar penumpang tersebut dengan nada tinggi, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Keluhan tersebut mewakili suara hati banyak penumpang lainnya yang merasa “terjebak” di dalam badan pesawat tanpa ada kepastian kapan burung besi itu akan lepas landas. Kekecewaan ini menjadi semakin besar mengingat rute tersebut adalah Jakarta menuju Bali, yang biasanya dipadati oleh wisatawan dan penumpang dengan agenda yang ketat.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak Lion Group selaku induk perusahaan akhirnya memberikan pernyataan resmi. Corporate Communication Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, membenarkan bahwa insiden tersebut dialami oleh penerbangan dengan nomor IU-742 rute Jakarta (CGK) menuju Bali (DPS).
Menurut Danang, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026. Ia menyatakan bahwa pihak maskapai sangat menyesali ketidaknyamanan yang harus dialami oleh para tamu.
“Super Air Jet menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para tamu terkait keterlambatan keberangkatan penerbangan IU-742,” ungkap Danang dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan tanpa alasan. Pesawat yang dijadwalkan terbang ke Bali tersebut rupanya harus menjalani pemeriksaan teknis tidak terjadwal sesaat sebelum keberangkatan.
Pihak maskapai menegaskan bahwa prosedur ini adalah harga mati demi memastikan keselamatan (safety) dan keamanan penerbangan.
Dalam industri penerbangan, pengerjaan teknis semacam ini seringkali membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan tidak bisa dilakukan secara instan.
Fakta di Balik Delay IU-742:
- Rute: Jakarta ke Bali.
- Waktu Tunggu: Kurang lebih 5 jam.
- Alasan Utama: Perbaikan teknis mendadak untuk memastikan kelaikan terbang.
- Dampak: Terganggunya rotasi jadwal pesawat untuk penerbangan berikutnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Danang mengklaim bahwa pihaknya telah menjalankan kewajiban sesuai peraturan yang berlaku. Kompensasi diberikan kepada para penumpang yang terdampak sesuai dengan regulasi penerbangan nasional.
“Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung,” tambahnya.
Meski kompensasi telah diberikan, insiden ini tetap menjadi catatan bagi maskapai mengenai pentingnya manajemen krisis dan komunikasi di lapangan. Banyak penumpang mengeluhkan bukan hanya pada lamanya menunggu, namun pada minimnya informasi yang mereka terima saat berada di dalam kabin.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pelancong agar selalu memahami hak-hak penumpang jika terjadi keterlambatan penerbangan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan. Di sisi lain, prioritas keselamatan yang dikedepankan maskapai—meskipun pahit karena harus menunggu adalah langkah krusial untuk mencegah insiden yang lebih fatal di udara.
Keselamatan memang tidak bisa ditawar, namun transparansi informasi adalah kunci agar “drama kabin” seperti yang dialami penumpang IU-742 tidak terus terulang.





