Penantian 35 Tahun, Indonesia Ukir Sejarah di FIFA ASEAN CUP 2026

Wamanews.id 6 Oktober 2026 – Penantian panjang akhirnya membuahkan hasil memuaskan. Setelah berjuang selama 120 menit dan ketegangan adu penalti, Indonesia berhasil mengakhiri perjalanan dengan sebuah piala yang telah lama dinantikan. Malam bersejarah yang sepenuhnya menjadi milik Garuda Indonesia.
Timnas Indonesia sukses meraih gelar juara FIFA ASEAN CUP 2026 usai menaklukkan Thailand dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (5/10/2026). Indonesia dipastikan menang dengan skor 4-2 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Kemenangan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar sebuah piala. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian Indonesia selama 35 tahun untuk kembali meraih gelar juara di level senior. Sebelumnya, Indonesia pernah mengangkat piala pada SEA Games 1991.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memperlihatkan permainan sengit. Indonesia dan Thailand sama-sama berusaha menciptakan peluang demi memastikan diri menjadi juara. Gol yang dinanti-nantikan Indonesia akhirnya tercipta pada menit ke-84. Tendangan bebas yang dilepaskan Dean James mengenai pemain Thailand sebelum akhirnya mengubah arah bola dan gol sehingga Indonesia unggul 1-0.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Thailand segera memberikan balasan dan berhasil mencetak gol. Skor seketika menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal selesai.Memasuki extra time, tekanan terhadap Indonesia semakin besar. Thailand berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-111 dan berbalik unggul 2-1.
D Indonesia berada dalam situasi sulit dimana kondisi mereka tertinggal dan waktu yang semakin menipis. Namun, para pemain Garuda tidak pesimis. Harapan kembali muncul pada menit ke-116. Elkan Baggott berhasil mencetak gol menyakan skor menjadi 2-2.
Hanya tersisa beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Indonesia terus berusaha mencari gol kemenangan, tetapi hingga 120 menit pertandingan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti. Titik ini menjadi panggung terakhir bagi kedua tim untuk menentukan siapa yang berhak membawa pulang piala.
Kevin Diks menjadi salah satu pemain Indonesia yang dipercaya sebagai eksekutor pertama. Ia mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Eksekusi berikutnya yang dilakukan Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama juga berhasil membawa Indonesia tetap berada di jalur kemenangan.
Sebaliknya, Thailand berada di bawah tekanan besar. Dua penendang Thailand gagal menyelesaikan tugasnya. Salah satu tendangan hanya membentur mistar gawang, sementara eksekusi lainnya berhasil dihentikan oleh penjaga gawang Indonesia, Emil Audero.
Indonesia pun dipastikan menang dengan skor 4-2 melalui adu penalti. Bunyi peluit akhir menjadi tanda bahwa perjuangan panjang akhirnya selesai. Para pemain Indonesia langsung merayakan kemenangan dengan berpelukan dan berlari di atas lapangan. Kebahagiaan turut mengiringi momen tersebut setelah mereka melewati pertandingan yang menguras fisik dan mental.
Di tribun SUGBK, para suporter juga ikut larut dalam perayaan. Puluhan ribu pendukung Garuda akhirnya menyaksikan langsung momen yang selama puluhan tahun hanya menjadi harapan Indonesia akhirnya mengangkat piala. Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Indonesia harus menunggu selama 35 tahun untuk kembali merasakan gelar juara di level senior.
Dalam perjalanan panjang itu, berbagai generasi pemain telah datang dan pergi. Berulang kali Indonesia berada dekat dengan piala, tetapi kesempatan untuk menjadi juara selalu berakhir dengan kekecewaan. Kini, cerita tersebut berubah. Thailand yang menjadi lawan di final justru menjadi saksi berakhirnya penantian panjang Indonesia.
dilansir dari Antara. Pelatih timnas, John Herdman mengatakan “Ini merupakan momen yang membanggakan bagi Indonesia. Trofi pertama dalam sejarah,” ujarnya.
Kali ini, Garuda tidak pulang sebagai runner-up. Tidak pula sebagai tim yang hanya tinggal selangkah dari juara. Indonesia pulang membawa piala. Mimpi tersebut akhirnya terwujud pada malam 5 Oktober 2026. Satu Malam yang Mengubah Sejarah. Tiga puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama itu pula, harapan untuk melihat Indonesia kembali menjadi juara terus hidup di tengah para pemain dan suporter.
Namun, gelar juara tidak datang dengan mudah. Indonesia harus melewati 120 menit pertandingan yang penuh tekanan, sempat kehilangan keunggulan, tertinggal 2-1, kemudian bangkit menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menghadapi drama adu penalti.
Para pemain menunjukkan bahwa pertandingan belum selesai selama peluit terakhir belum dibunyikan. Ketika tertinggal, mereka bangkit. Ketika waktu hampir habis, mereka tetap berusaha. Dan ketika kesempatan terakhir datang melalui adu penalti, mereka mampu menuntaskannya.
Malam itu, GBK tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah pertandingan final. Stadion tersebut menjadi saksi ketika sebuah penantian panjang berubah menjadi sejarah. Garuda mengangkat piala. Indonesia juara.
Sang pesepak bola, Justin Hubner juga meluapkan kebanggaannya usai sukses membawa Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Melalui akun media sosial pribadinya, ia mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam.
“Wow, dari mana saya harus memulai? Saya sangat bangga menjadi bagian dari tim ini dan membantu Indonesia meraih trofi pertama, kami menunjukkan mengapa kami adalah negara terbaik dalam turnamen ini dengan mentalitas yang luar biasa,” ujar Hubner usai laga duel Timnas Indonesia vs Thailand, Senin malam, 5 Oktober 2026.







