Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Akses Ekonomi Terbuka Lebar! Jalan Desa Balielo Wajo Kini Mulus Total Berkat Bantuan Rp 5 Miliar Pemprov Sulsel 

Wamanews.id, 6 Februari 2026 – Mimpi masyarakat Desa Balielo, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya menjadi kenyataan. Infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kendala mobilitas warga kini telah bersalin rupa menjadi aspal mulus yang siap menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Rampungnya proyek ini tidak lepas dari sinergi apik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel). Melalui kucuran bantuan keuangan daerah bawahan, proyek vital ini berhasil diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.

Perbaikan infrastruktur ini merupakan bagian dari alokasi bantuan keuangan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2025 yang khusus diperuntukkan bagi Kabupaten Wajo. Dengan nilai mencapai Rp 5 miliar, anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan ruas Jalan Desa Balielo sepanjang 1,1 kilometerdengan lebar mencapai 4,5 meter.

Kini, di awal tahun 2026, wajah Desa Balielo berubah drastis. Jalur yang dulunya sering dikeluhkan para pengendara karena lubang dan debu, kini telah terhubung sempurna 100 persen. Hal ini membuktikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa bukanlah sekadar slogan semata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Wajo, Andi Pameneri, dalam keterangan resminya pada Jumat (6/2/2026), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan keuangan yang dialokasikan untuk pembangunan ruas Jalan Balielo di Kecamatan Bola. Ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat yang sudah lama merindukan akses jalan yang memadai,” ujar Andi Pameneri.

Ia mengenang bagaimana kondisi jalan tersebut sebelum disentuh perbaikan. Kondisi jalan yang masuk kategori rusak berat tidak hanya menghambat perjalanan warga menuju pusat kecamatan, tetapi juga sering kali membuat biaya logistik pengiriman hasil bumi menjadi lebih mahal karena risiko kerusakan kendaraan dan waktu tempuh yang lama.

“Sebelum diperbaiki, kondisi jalan rusak berat dan sangat menghambat mobilitas. Kini, kondisi jalan sudah layak, aman, dan nyaman dilalui oleh semua jenis kendaraan,” tambahnya.

Bagi masyarakat di Kecamatan Bola, infrastruktur jalan bukan sekadar aspal di atas tanah. Ini adalah urat nadi ekonomi. Desa Balielo dan sekitarnya dikenal memiliki potensi agraris yang cukup besar. Dengan jalan yang mulus, distribusi barang dan jasa kini bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat dan efisien.

Para petani kini lebih mudah mengangkut hasil panen ke pasar, sementara para pedagang bisa menyalurkan barang kebutuhan pokok ke desa-desa dengan biaya transportasi yang lebih murah. Kelancaran konektivitas ini secara langsung akan meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pembangunan di Desa Balielo ini diharapkan menjadi pemicu bagi perbaikan ruas-ruas jalan rusak lainnya di Kabupaten Wajo. Andi Pameneri berharap sinergi keuangan antara Pemprov dan Pemkab terus berlanjut di masa mendatang guna menuntaskan masalah infrastruktur yang masih tersisa.

“Infrastruktur jalan di Balielo ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sulsel dalam memperkuat konektivitas wilayah. Harapannya, ke depan Kabupaten Wajo tetap mendapatkan alokasi bantuan keuangan pada tahun anggaran 2026 untuk menyentuh wilayah-wilayah lain yang juga membutuhkan perhatian serupa,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya proyek ini, Pemkab Wajo mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas jalan tersebut agar tetap awet. Mengingat jalan ini adalah aset bersama, pembatasan beban kendaraan yang lewat diharapkan menjadi perhatian warga desa demi keberlanjutan manfaat aspal mulus di Desa Balielo.

Penulis

Related Articles

Back to top button